Repelita [Jakarta] - Penulis Tere Liye melayangkan kritik keras terkait beredarnya surat permohonan fasilitas dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk keluarga menteri yang tengah berkunjung ke luar negeri.
Ia menyoroti minimnya etika kerja di lingkungan kementerian tersebut karena menggunakan kop surat resmi negara untuk kepentingan pribadi guna mempermudah pengurusan visa.
ADVERTISEMENT
Sy sebenarnya tahu kejadian ini beberapa hari lalu. Saat dapat forward-an suratnya, duuh, sy muntah. Lantas karena terlanjur muntah, sy nggak minat lagi posting, tulisnya melalui akun Facebook resminya https://www.facebook.com/tereliyewriter.
Tere Liye menekankan bahwa anggota keluarga pejabat seharusnya menempuh prosedur pengurusan visa secara mandiri tanpa harus memanfaatkan privilege kedudukan orang tuanya.
Saya saja jelek2 begini, ngurus VISA AS bahkan tdk butuh selembar surat pengantar sekali pun. Sy ikuti saja prosedur normal, datang ke kedubes, interview, dikasih itu VISA, paparnya.
Ia juga meragukan klaim bahwa kunjungan tersebut tidak menggunakan dana APBN, mengingat adanya potensi pemanfaatan fasilitas negara dalam hal penjemputan dan akomodasi rombongan.
Dan klaim tidak pakai dana APBN, duuh, itu anak Menteri setiba di AS, ikut rombongan yg dijemput nggak? Ikut bareng2 Bapaknya, nggak? Itu artinya dia kecil atau banyak, tetap memanfaatkan fasilitas, tegasnya.
Penulis tersebut juga menyayangkan respons kementerian yang justru berupaya mencari dan memberikan sanksi kepada pihak internal yang membocorkan surat kontroversial itu ke publik.
Mau tahu siapa yg bocorin? Staf di Kementerian PU yang masih punya nurani. Dialah yg pantas jadi pejabat di negeri ini, ungkapnya menutup kritik tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok