Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengkritik tajam kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Papua.
"Wapres ini kosong," kata Pangi melalui layanan pesan, Jumat (24/4).
ADVERTISEMENT
Dia menilai langkah Gibran yang membagikan buku saat berada di Bumi Cenderawasih menandakan ketidakmampuan sang wapres dalam mengemban tugasnya.
Menurut Pangi, seharusnya Gibran membawa program matang dengan indikator kinerja yang terukur ketika berkunjung ke Papua.
"Bawa program, konsep yang sudah matang dengan KPI luaran yang terukur. Untuk mengatasi masalah yang selama ini belum bisa teratasi. Substantif bukan formalistik yang enggak berdampak," ujar Pangi.
Pangi menegaskan bahwa pekerjaan membagikan buku jelas bukan ranah seorang wakil presiden karena bisa dilakukan oleh perangkat negara lain seperti ketua rukun tetangga.
Dia mengatakan citra buruk diperlihatkan Gibran ketika kunjungan ke Papua hanya dimanfaatkan untuk mempertontonkan kegiatan bagi-bagi buku.
"Tidak punya kompetensi dan kapasitas untuk mengatasi masalah yang hari-hari dihadapi rakyat Papua," ungkapnya.
Sebelumnya, anggota DPR Papua Tengah Nancy Raweyai mengkritik kunjungan kerja Gibran ke wilayah provinsi dengan ibu kota Nabire pada 20-22 April.
Nancy mempertanyakan hasil dari kunjungan tersebut, terutama dampaknya terhadap penyelesaian konflik di sejumlah wilayah Papua.
Menurut dia, kunjungan Gibran belum menunjukkan arah kebijakan signifikan bagi Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru.
Nancy juga mengkritisi kunjungan Gibran yang diisi pembagian buku, sebuah tugas yang seharusnya dilakukan pejabat tingkat daerah seperti dinas terkait hingga unit pelaksana.
"Kami berharap ada langkah strategis yang benar-benar menyentuh persoalan mendasar di Papua, bukan sekadar kunjungan seremonial," ujar dia, Rabu (22/4).(*)
Editor: 91224 R-ID Elok