Berita, Nasional

[PANAS] Dahlan Iskan Ungkap Benturan Purbaya dengan Danantara di Balik Pergantian Menkeu

Repelita.id

17 September 2026 14:00 WIB

[PANAS] Dahlan Iskan Ungkap Benturan Purbaya dengan Danantara di Balik Pergantian Menkeu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pergantian posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang terjadi secara mendadak baru-baru ini langsung memicu perhatian besar dari publik luas.

Isu hangat mengenai pergeseran kursi bendahara negara tersebut dibahas secara mendalam melalui tayangan langsung di kanal YouTube Energi Disway pada hari Selasa.

ADVERTISEMENT

Dalam program bertajuk Dismorning itu, Dahlan Iskan selaku narasumber utama memberikan analisisnya bersama pembawa acara Heraldha Savira.

Mantan Menteri BUMN tersebut menduga bahwa pemicu utama keputusan kilat itu adalah rilis data Badan Pusat Statistik atau BPS terkait pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan laporan lembaga pencatat itu, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tercatat melorot ke level 5,3 persen dari yang sebelumnya mampu mencapai 5,6 persen.

Penurunan performa ini dinilai menjadi pukulan tersendiri bagi Presiden Prabowo Subianto yang dalam berbagai kesempatan selalu menyuarakan target optimistis berupa pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Menurut pandangan Dahlan Iskan, jalan untuk mengejar target angka tinggi tersebut masih sangat terjal sementara waktu terus berjalan bagi pemerintahan yang baru.

Ia memaparkan pemikiran Purbaya yang sempat meyakini bahwa kunci utama menggenjot roda ekonomi adalah dengan memperbanyak peredaran uang di tengah masyarakat.

Kebijakan pelonggaran likuiditas, perluasan kredit perbankan, hingga pemanfaatan dana simpanan di Bank Indonesia sempat menjadi senjata andalan sang mantan menteri.

Langkah menggelontorkan dana ke pasar itu memang sempat menaikkan angka pertumbuhan secara singkat, namun kembali melempem saat momen besar seperti Lebaran usai dilewati.

Selain faktor naik turunnya pertumbuhan, Dahlan Iskan juga mengendus adanya benturan konsep yang cukup sengit di wilayah tata kelola keuangan negara.

Persoalan krusial itu berkaitan dengan keberadaan badan baru Danantara yang kini memegang kendali penuh atas kepemilikan seluruh perusahaan milik negara.

Selama ini laba atau dividen beratus triliun rupiah dari BUMN selalu disetor ke Kementerian Keuangan untuk memperkuat struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Namun di bawah aturan baru, keuntungan perusahaan negara dialihkan ke Danantara untuk dijadikan modal pancingan dalam menarik minat para investor raksasa.

Purbaya dikabarkan tetap kukuh pada pendiriannya agar BUMN tetap menyetorkan deviden langsung ke kas negara, yang diduga memicu gesekan di lingkaran internal.

Terlepas dari perdebatan fiskal itu, Dahlan Iskan mengingatkan bahwa motor penggerak ekonomi yang paling utama dan mendominasi adalah gairah dari sektor swasta.

Pemerintah dituntut mampu merumuskan formula ekonomi baru yang bisa membangkitkan semangat para pengusaha tanpa harus merusak kesehatan anggaran negara.

Ia pun menitipkan pesan penting kepada para pelaku usaha di daerah agar tetap fokus menjalankan bisnisnya dan tidak ikut terseret dalam pusaran tim sukses politik.

Kini tugas berat berpindah ke pundak sosok menteri baru yang berlatar belakang teknokrat murni untuk menghadapi kompleksitas ekonomi politik yang semakin rumit.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung