Berita, Nasional

Palti Hutabarat: Reshuffle Purbaya Tepat, Menteri ESDM dan Kehutanan Juga Perlu Dievaluasi

Repelita.id

14 September 2026 21:58 WIB

Palti Hutabarat: Reshuffle Purbaya Tepat, Menteri ESDM dan Kehutanan Juga Perlu Dievaluasi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - pergeseran posisi strategis Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi jabatan Menteri Keuangan yang kemudian digantikan oleh Suahasil Nazara dinilai oleh kalangan pengamat tidak datang sebagai kejutan besar.

Seorang aktivis sosial terkemuka bernama Palti Hutabarat mengungkapkan bahwa rumor mengenai rencana pencopotan figur tersebut sebenarnya telah lama berhembus kencang di tengah publik tanah air.

ADVERTISEMENT

Langkah perombakan kabinet yang diambil pemerintah ini dihubungkan secara langsung dengan berbagai tantangan sektor perekonomian nasional yang saat ini menjadi titik perhatian utama bagi pemerintahan Prabowo Subianto.

Palti menyampaikan pandangannya bahwa tindakan evaluasi serta pergeseran posisi terhadap jajaran pembantu presiden di bidang ekonomi merupakan keputusan yang sangat rasional guna memulihkan kepercayaan masyarakat luas.

Reshuffle yang terjadi pada Menteri Keuangan Purbaya bukanlah hal yang mengejutkan, ujar Palti memberikan keterangan resmi pada hari Senin tanggal 14 September 2026.

Keputusan krusial yang diambil oleh Presiden Prabowo dalam menunjuk Suahasil Nazara sebagai nakhoda baru keuangan negara dipandang sebagai langkah antisipatif yang memang sudah diprediksi sebelumnya.

Karena memang sebelumnya pun nama Purbaya sudah santer terdengar akan direshuffle, tukas Palti mempertegas analisis dinamika politik yang berkembang di tingkat nasional.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan belakangan ini mengalami dinamika yang erat kaitannya dengan kondisi ekonomi sehari-hari.

Jadi, kalau yang direshuffle adalah menteri bidang perekonomian sudah sangat tepat, tegas Palti dalam menilai skala prioritas perbaikan kinerja kabinet yang sedang berjalan saat ini.

Selain faktor krisis finansial dan pencapaian ekonomi, sorotan tajam juga diarahkan pada berbagai pernyataan publik yang pernah dilontarkan oleh Purbaya selama menjabat yang kerap memicu kontroversi.

Catatan perselisihan terbuka yang sempat terjadi antara Purbaya dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut dinilai memberikan warna tersendiri terhadap evaluasi kinerja pejabat tinggi tersebut.

Apalagi Purbaya sering sekali menyampaikan hal-hal yang kontroversial. Sampai terakhir juga sempat ribut sama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, terangnya mengulas rekam jejak dinamika komunikasi sang mantan menteri.

Palti menyarankan agar Presiden Prabowo tidak berhenti melakukan evaluasi internal sebatas pada posisi Menteri Keuangan saja demi kebaikan performa pemerintahan ke depan.

Sebenarnya kalau mau lebih baik sih, Prabowo harusnya juga mereshuffle menteri-menteri yang memberikan tone negatif, jelasnya menyarankan perlunya perombakan lanjutan secara menyeluruh.

Sejumlah nama pejabat setingkat menteri yang dinilai kerap menimbulkan gejolak di tengah masyarakat seperti sektor energi serta kehutanan turut disinggung agar mendapat perhatian khusus dari kepala negara.

Seperti Menteri ESDM dan Menteri Kehutanan yang membuat keresahan karena BBM dan Karhutla, imbuhnya menjelaskan urgensi evaluasi terhadap portofolio kementerian lain.

Kendati demikian, ia menyadari bahwa dinamika perpolitikan nasional kerap dipengaruhi oleh faktor kekuatan dukungan partai politik serta afiliasi kekuasaan masa lalu yang turut menentukan arah kebijakan.

Tapi karena punya backup partai dan mantan presiden kayaknya tidak akan berani direshuffle, kuncinya menutup ulasan terkait peta kekuatan politik di balik gerbong kabinet pemerintahan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung