Berita, Nasional

Pakar Intelijen : Penggeledahan Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Kasus Korupsi Batu Bara Diduga Bermuatan Politis

Repelita.id

12 July 2026 20:08 WIB

Pakar Intelijen : Penggeledahan Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Kasus Korupsi Batu Bara Diduga Bermuatan Politis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Langkah hukum berskala besar baru saja diluncurkan oleh jajaran Kortas Tipikor Polri bersama Polda Metro Jaya dengan menyasar beberapa titik strategis di kawasan Jakarta hingga Sentul, Bogor. Tindakan berupa penggeledahan maraton yang berlangsung sejak Rabu, 8 Juli 2026, hingga Kamis dini hari tersebut menyasar kafe de'Clan Signature, Koin Money Changer, serta sebuah hunian mewah.

Operasi penggeledahan ini mencuat ke publik sebagai bagian dari rangkaian penyidikan intensif atas dugaan tindak pidana korupsi serta pencucian uang dalam pengelolaan pasokan batu bara untuk beberapa PLTU sepanjang tahun 2018 sampai 2026. Menariknya, pusaran kasus ini turut menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

ADVERTISEMENT

Dinamika di balik penggeledahan ini dikupas secara mendalam melalui program diskusi yang diunggah oleh akun YouTube resmi Forum Keadilan TV pada tautan youtube.com. Jurnalis senior Darmawan Sepriyossa bersama narasumber praktisi intelijen, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, membedah konstelasi politik yang menyertai kasus tersebut.

Sri Radjasa menilai tindakan kepolisian yang berani menyasar wilayah internal Kejaksaan Agung ini dipicu oleh adanya persepsi ancaman terhadap eksistensi politik tertentu. Menurut analisisnya, pergeseran loyalitas di lingkungan kejaksaan memicu kekhawatiran besar di kalangan elite penguasa.

Ia menambahkan bahwa dinamika ini sangat dipengaruhi oleh kedekatan emosional sang Jampidsus dengan Hashim Djojohadikusumo. "Jampidsus yang hari ini sudah mulai bergeser orientasi loyalitasnya kepada Presiden nah semua ini karena apa karena ada kedekatan dengan Pak Hasyim Joyo Hadi Kusumo," ujar Sri Radjasa.

Sri Radjasa mensinyalir adanya skenario amputasi jabatan politik karena posisi Jampidsus dinilai menjadi kandidat kuat dalam bursa calon Jaksa Agung baru. Selain nama Febrie, muncul juga sosok Jamintel yang disebut-sebut mendapat sokongan dari Dasco untuk menduduki posisi tertinggi di korps adhyaksa tersebut.

Kekhawatiran terhadap sepak terjang Febrie didasari oleh rekam jejaknya yang dikenal tanpa kompromi saat mengeksekusi penegakan hukum dalam skandal besar masa lalu seperti Jiwasraya dan Asabri. Rekam jejak beringas ini kini berbalik menjadi hulu ledak yang ditakuti oleh kelompok kepentingan lama.

Kendati barang bukti telah ditemukan di kediaman serta restoran, status hukum Febrie yang belum kunjung ditetapkan sebagai tersangka mengindikasikan adanya tarik ulur politik yang kuat. Hubungan dekat sang jaksa dengan petinggi militer serta Menhan ditengarai menjadi faktor penahan bagi kepolisian.

Masyarakat diimbau untuk terus mengawal ketat perkembangan penggeledahan ini agar tidak berakhir menjadi sekadar ganti pemain dalam lingkaran mafia hukum. Sri Radjasa menegaskan penegakan hukum murni harus dijunjung tinggi tanpa adanya intervensi atau kompromi politik terselubung (*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung