Berita, Ekonomi

ORANG DESA TIDAK PUNYA DOLAR Di era digital, satu kalimat dapat menjadi simbol ketidakpuasan nasional

Repelita.id

17 May 2026 21:43 WIB

ORANG DESA TIDAK PUNYA DOLAR  Di era digital, satu kalimat dapat menjadi simbol ketidakpuasan nasional
Foto: Istimewa

Repelita Bandung - Pernyataan kontroversial mengenai kondisi keuangan masyarakat kecil di wilayah pedesaan kini memicu gelombang polemik dan memantik ketidakpuasan meluas di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang global yang kian tidak menentu.

Pemerhati kebijakan publik, Syafril Sjofyan, menilai ungkapan populis tersebut sangat tidak berempati terhadap realitas ekonomi lantaran efek pelemahan nilai tukar tetap merembet langsung pada lonjakan harga kebutuhan pokok di tingkat bawah.

ADVERTISEMENT

Meskipun warga di pelosok daerah tidak bertransaksi menggunakan mata uang asing, ketergantungan sektor pertanian pada bahan baku impor seperti pupuk dan pakan ternak tetap memaksa biaya produksi melambung tinggi.

"orang desa tidak punya dolar"

Ungkapan yang menjadi sorotan tajam di era digital ini dikhawatirkan dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap komitmen negara dalam melindungi daya beli warga dari hantaman inflasi global.

Melalui ulasan tertulis pada tanggal 17 Mei 2026, legitimasi kepemimpinan nasional disebut bakal sangat ditentukan oleh kemampuan konkret dalam menstabilkan harga pangan dan menjaga rasa aman ekonomi rakyat kecil di pasar tradisional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung