Repelita [Jakarta] - Sorotan kritis netizen terhadap kepemimpinan kepresidenan serta figur Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memunculkan perdebatan hangat di media sosial.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @gie.pharells pada 30 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
"Gibran emang sangat menjunjung tinggi prinsip sang ayah. Dihina dicela direndah-rendahkan saya diam .‼️‼️ Menurut ku Kebodohan terbesar masyarakat indonesia adalah memilih Prabowo sebagai presiden dan Gibran sebagai wakilnya . " tulis akun @gie.pharells.
Cuitan bernada miring itu memantik reaksi beragam dari kalangan penggunanya, termasuk tuduhan partisan dari akun @jefrymarla.
"Utk barisan kalah pilpres... dah gitu aja.. " tulis akun @jefrymarla.
Persoalan keabsahan syarat administratif pencalonan wakil presiden melalui pintu Putusan Mahkamah Konstitusi turut disinggung oleh akun @sumarmobojong.
"Gibran itu anak karbitan MK ,ia persaratan sebagai wapres melanggar UUD45. " tulis akun @sumarmobojong.
Tanggung jawab atas polemik pencalonan tersebut ditegaskan oleh akun @adamama465.
"Yg memaksakan harus bertangung jawab " tulis akun @adamama465.
Kritik fisik dan performa kepemimpinan di ruang publik disampaikan secara lugas oleh akun @iyanmulyana3107.
"Wapres planga plongo, bawaannya ngantuk 🤪" tulis akun @iyanmulyana3107.
Sebaliknya, sanggahan yang membandingkan isu kecakapan figur dengan masalah korupsi diutarakan oleh akun @aesshedai.
"Mengapa yg digoblok goblokin wapres? Kenapa banyak lebih suka pejabat yg KORUPSI gila gilaan drpd yg goblok? Asal nga goblok, KORUPSI merajalela tidak apa apa? FU " tulis akun @aesshedai.
Rentetan reaksi warganet ini memperlihatkan masih tingginya kontroversi publik terkait legitimasi serta performa pasangan pimpinan nasional pasca-Pilpres.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads