Berita, Internasional

Netanyahu Usir Perwakilan Spanyol dari Pusat Koordinasi Gencatan Senjata Gaza

Repelita.id

12 April 2026 13:18 WIB

Netanyahu Usir Perwakilan Spanyol dari Pusat Koordinasi Gencatan Senjata Gaza
Foto: Istimewa

Repelita Yerusalem - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menuduh Spanyol melancarkan perang diplomatik terhadap negaranya, sebuah tuduhan yang langsung direspons dengan keputusan kontroversial untuk mengeluarkan perwakilan Madrid dari pusat koordinasi pengawas gencatan senjata di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan video yang diunggah melalui platform X pada Jumat, 20 April 2026, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan tinggal diam terhadap sikap yang dinilainya sangat merugikan kepentingan nasional negaranya di kancah internasional.

ADVERTISEMENT

"Israel tidak akan diam menghadapi mereka yang menyerang kita," ujar kepala pemerintahan Zionis tersebut sebagaimana dilansir oleh Al Jazeera dalam pemberitaan mereka pada 10 April 2026.

Lebih jauh lagi, Netanyahu menuding Spanyol telah secara sistematis merusak reputasi militer Israel dengan menyebarkan narasi negatif tentang para prajuritnya.

Menurut pandangannya, Spanyol telah mencemarkan nama baik para pahlawan Israel, para prajurit Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yakni para prajurit dari tentara yang paling bermoral di dunia.

"Saya telah menginstruksikan hari ini untuk mengeluarkan perwakilan Spanyol dari pusat koordinasi di Kiryat Gat, setelah Spanyol berulang kali memilih untuk menentang Israel," tegas Netanyahu dalam pernyataan video tersebut.

Sebagai peringatan keras, Netanyahu menyatakan bahwa negaranya tidak akan mentoleransi tekanan diplomatik semacam itu dari negara mana pun tanpa memberikan respons setimpal.

"Saya tidak akan membiarkan negara mana pun melancarkan perang diplomatik terhadap kami tanpa membayar harga secara langsung," katanya seperti dilaporkan oleh kantor berita Xinhua.

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu juga menyebut bahwa pemerintah Spanyol telah melontarkan fitnah berdarah terhadap Israel dan seluruh jajaran militernya.

Keputusan pengusiran ini berkaitan langsung dengan Pusat Koordinasi Sipil-Militer atau Civil-Military Coordination Center (CMCC) yang berlokasi di wilayah Kiryat Gat, Israel bagian selatan.

Fasilitas yang dipimpin langsung oleh Amerika Serikat tersebut sejatinya didirikan pada Oktober 2025 sebagai bagian integral dari kesepakatan gencatan senjata untuk mengoordinasikan stabilisasi serta penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

CMCC juga merupakan salah satu pilar penting dari rencana yang didukung penuh oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza, dengan melibatkan personel militer dan diplomat dari berbagai negara.

Namun demikian, hubungan diplomatik antara Israel dan Spanyol terus menunjukkan tren memburuk yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Ketegangan meningkat drastis sejak Madrid secara terbuka mengkritik keras operasi militer Israel, serta mengambil langkah kontroversial dengan mengakui negara Palestina pada tahun 2024.

Pemerintah Spanyol yang dipimpin oleh Sánchez juga menyuarakan penentangan keras terhadap perlakuan militer Israel terhadap warga Palestina di wilayah-wilayah pendudukan.

Selain itu, pemerintah Sánchez juga secara konsisten menentang operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Bahkan Spanyol mengambil langkah berani dengan menutup wilayah udaranya bagi pesawat-pesawat AS yang terlibat langsung dalam konflik tersebut terhadap Iran.

Belum lama ini, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez kembali mengecam habis-habisan serangan Israel yang dilancarkan ke wilayah Lebanon.

"Netanyahu telah melancarkan serangan paling keras terhadap Lebanon sejak awal ofensif," tulis Sánchez melalui akun resmi X miliknya.

Ia menambahkan dalam cuitan yang sama bahwa tindakan agresif tersebut mencerminkan pengabaian yang tidak dapat ditoleransi terhadap nyawa manusia dan hukum internasional.

Di tengah klaim resmi adanya gencatan senjata dari berbagai pihak, situasi di lapangan justru masih terus memanas dengan eskalasi kekerasan.

Israel dilaporkan oleh berbagai lembaga pemantau terus melancarkan serangan hampir setiap hari ke berbagai titik di Gaza.

Sementara itu, pembatasan ketat terhadap masuknya bantuan kemanusiaan tetap diberlakukan secara konsisten oleh pihak Israel.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung