Repelita [Jakarta] - Pemerintahan Britania Raya di bawah naungan Partai Buruh dikabarkan tengah mempersiapkan opsi penjatuhan sanksi tegas terhadap operasi militer Israel.
Langkah diplomasi yang semakin keras tersebut kontan menyulut respons kemarahan dari petinggi pemerintahan Israel di Tel Aviv.
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan sindiran pedas dengan menjuluki negara tersebut menggunakan istilah kontroversial.
Netanyahu bahkan membandingkan pola peliputan media massa setempat saat ini dengan masa lalu pada era Perang Enam Hari.
"Coba temukan itu di Inggris saat ini, yang bisa Anda sebut sebagai Republik Islam Britania," kata Netanyahu dalam podcast Radio Angkatan Darat Israel, Jumat, 14 Agustus 2026.
Petinggi Israel itu juga mengulang guyonan lama mengenai kepemilikan senjata pemusnah massal di masa depan.
Kementerian Luar Negeri Inggris langsung merespons pernyataan tersebut dengan menyatakan sikap tegas bahwa komentar itu sama sekali tidak dapat diterima.
Ketegangan diplomatik antara kedua negara telah meruncing sejak London mengambil keputusan resmi mengakui kedaulatan Palestina.
Sebelum menjabat sebagai Perdana Menteri, Andy Burnham sempat mengkritik sikap partainya yang dinilai belum optimal dalam menyikapi persoalan Gaza.
Tekanan publik menuntut pemerintah agar memperketat pembatasan perdagangan serta menerapkan sanksi terhadap wilayah permukiman.
Meski demikian, kerja sama ekspor perangkat militer tertentu tetap berjalan dengan pengecualian khusus pada program komponen pesawat tempur multinasional.
London sebelumnya juga pernah menyetop sejumlah izin pasokan senjata karena kekhawatiran pelanggaran ketentuan humaniter internasional.
Dukungan pertahanan militer faktanya tetap diberikan kepada Israel tatkala menghadapi eskalasi konflik terbuka dengan Iran beberapa waktu lalu.
Pengerahan jet tempur pencegat serta izin penggunaan fasilitas pangkalan udara turut dilibatkan dalam operasi pertahanan strategis tersebut.
Koordinasi keamanan kedua negara selama ini mencakup misi pengantaran logistik, penerbangan pengintaian, hingga pertukaran data intelijen. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok