Berita, Nasional

Netanyahu Kalah Pemilu! Eisenkot Siap Bentuk Pemerintahan Baru

Repelita.id

29 October 2026 22:51 WIB

Netanyahu Kalah Pemilu! Eisenkot Siap Bentuk Pemerintahan Baru
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Hasil pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat internasional dilaporkan berjalan buntu hingga memicu ketidakpastian politik yang cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

Otoritas kepemimpinan petahana diprediksi bakal kehilangan legitimasi kekuasaannya setelah munculnya rilis perhitungan suara sementara di lapangan.

Informasi terkini mengenai dinamika konstelasi politik Timur Tengah tersebut disiarkan melalui tayangan breaking news kanal YouTube iNews.

Berdasarkan laporan dokumentasi pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2026 posisi koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mulai terancam longsor.

Rilis hasil hitung cepat atau exit poll menunjukkan kubu oposisi kedapatan memimpin perolehan kursi parlemen secara tipis.

Kelompok aliansi yang dimotori oleh penantang politik Gadi Eisenkot tercatat berhasil mengungguli dominasi kelompok pendukung dari pemerintah petahana.

Israel yang baru saja selesai berakhir buntu, sebut pembawa acara berita kala membacakan perkembangan peta kekuatan politik nasional di sana.

Massa warga dilaporkan langsung tumpah ruah menuju sejumlah ruas jalan utama kota untuk merayakan jatuhnya rezim penguasa.

Para demonstran tampak melakukan konvoi seraya mengibarkan bendera oposisi dan menyalakan kembang api ke langit sebagai ekspresi kemenangan.

Pengamat politik internasional Zuhairi Misrawi memaparkan analisisnya mengenai faktor utama penyebab kegagalan dari koalisi pemerintahan Benjamin Netanyahu.

Penyebab utamanya adalah lonjakan raihan dukungan suara yang sangat masif dan mengejutkan dari faksi kelompok Arab bersatu.

Faksi tersebut diproyeksikan mengamankan belasan kursi di parlemen Knesset sehingga otomatis menjelma sebagai pemegang kunci koalisi strategis.

Namun baik kubu Netanyahu maupun Gadi Eisenkot dilaporkan sama-sama enggan membuka ruang kompromi kerja sama dengan faksi tersebut.

Sebab pihak oposisi bersikeras menuntut adanya investigasi independen total atas kelalaian sistem pertahanan dalam tragedi kemanusiaan masa lalu.

Apabila kesepakatan jajaran kabinet baru tetap gagal dicapai maka otoritas terpaksa menggelar pelaksanaan pemilu ulang ke depannya (*)

Editor: 91224 R-ID Elok











TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung