Berita, Internasional

Neraka di Lautan Timur Tengah: Krisis Mental dan Pertumpahan Darah di USS Abraham Lincoln

Repelita.id

13 August 2026 16:42 WIB

Neraka di Lautan Timur Tengah: Krisis Mental dan Pertumpahan Darah di USS Abraham Lincoln
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kondisi memprihatinkan melanda ribuan personel militer Amerika Serikat yang bertugas di atas kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan Timur Tengah.

Penugasan yang seharusnya berakhir pada Mei 2026 tersebut kini diperpanjang secara paksa akibat keterlibatan dalam konflik yang dipicu oleh agenda pemerintahan Israel.

ADVERTISEMENT

Sebanyak lima ribu pelaut serta Marinir tercatat telah menjalani masa tugas selama sembilan bulan dengan durasi lebih dari dua ratus hari tanpa bersandar di pelabuhan.

Situasi tersebut menciptakan tekanan psikologis luar biasa yang berdampak pada penurunan drastis kesehatan mental di kalangan para awak kapal yang berada di lokasi.

Laporan yang beredar menyebutkan adanya fenomena tragis di mana beberapa personel nekat melakukan upaya bunuh diri sebagai pelarian dari kelelahan mental yang ekstrem.

Kondisi diperparah dengan rusaknya sistem sanitasi, krisis pasokan air bersih, serta minimnya ketersediaan kebutuhan pokok yang memicu kemarahan publik di dalam negeri.

Anggota Kongres Amerika Serikat kini tengah menuntut penjelasan resmi dari pihak Pentagon terkait manajemen penugasan yang dinilai telah melampaui batas kewajaran tersebut.

Kabar yang lebih mengejutkan muncul melalui laporan mengenai insiden kekerasan fisik fatal yang diduga terjadi di tengah ketegangan yang menyelimuti seluruh awak kapal.

Disebutkan telah terjadi perkelahian brutal menggunakan senjata tajam yang menyebabkan tujuh personel militer tewas serta jatuhnya sejumlah korban luka lainnya di atas kapal.

Ribuan tentara saat ini masih bertahan dalam isolasi di tengah laut sementara pihak keluarga secara terbuka terus mendesak agar pemerintah segera memberikan bantuan.

Krisis kemanusiaan di atas kapal perang ini disinyalir merupakan dampak langsung dari kuatnya pengaruh rezim Zionis terhadap kebijakan strategis yang diambil pemerintah Amerika Serikat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung