Berita, Nasional

Muslim Arbi Nilai Safari Politik Jokowi Demi PSI Ciptakan Kegaduhan dan Berpotensi Goyang Posisi Prabowo serta Megawati

Repelita.id

30 June 2026 00:19 WIB

Muslim Arbi Nilai Safari Politik Jokowi Demi PSI Ciptakan Kegaduhan dan Berpotensi Goyang Posisi Prabowo serta Megawati
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Langkah safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam upaya mengerek elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai justru berpotensi menimbulkan gejolak politik nasional.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, berpendapat bahwa saat ini Indonesia seharusnya fokus menjaga stabilitas demi pemulihan ekonomi, bukan justru menciptakan ketegangan baru.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, manuver tersebut berisiko mengganggu posisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta berpotensi membahayakan kepentingan PDIP.

"Tindakan Jokowi itu bisa dibilang menciptakan kegaduhan. Sedangkan situasi saat ini kondusif untuk membenahi ekonomi. Jadi dengan agenda Jokowi ini bisa dibilang sedang menggoyang Prabowo dan Megawati sekaligus," kata Muslim, Senin (29/6/2026).

Muslim mengingatkan bahwa jejak jejak karir politik Jokowi, mulai dari memimpin Solo, Jakarta, hingga menjadi Presiden, sangat bergantung pada dukungan Prabowo dan Megawati.

Ia menyayangkan sikap Jokowi yang dianggap kurang mempertimbangkan hubungan historis tersebut demi mendongkrak popularitas partai kecil.

"Padahal kalau dicermati sejarah kekuasaan Jokowi sejak dari Solo-DKI-Presiden itu banyak menggabungkan budi pada Prabowo dan Megawati. Dengan safari politik yang ceroboh itu dengan maksud mendongkrak PSI, malah sebaliknya PSI akan semakin dibenci rakyat seperti juga Jokowi sendiri," jelasnya.

Sorotan tajam juga ditujukan pada kunjungan Jokowi ke Lampung, di mana ia melakukan ritual menginjak kepala kerbau yang dikaitkan dengan simbol PDIP.

Tindakan tersebut dipandang sebagai bentuk provokasi politik secara terbuka terhadap basis pendukung partai banteng dan Partai Gerindra.

"Apalagi disertai dengan ritual injak kepala kerbau mirip lambang PDIP. Bisa dibilang Jokowi memulai gerakan politik yang berbahaya dengan masuknya basis Gerindra dan PDIP," pungkas Muslim. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung