Berita, Nasional

MUI Bantah Terlibat dan Tegaskan Buku Islam ala Prabowo Bukan Produk Resmi Lembaga

Repelita.id

10 September 2026 20:29 WIB

MUI Bantah Terlibat dan Tegaskan Buku Islam ala Prabowo Bukan Produk Resmi Lembaga
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pihak Majelis Ulama Indonesia memberikan keterangan resmi guna meluruskan polemik yang berkaitan dengan peredaran literatur berjudul Islam ala Prabowo.

Klarifikasi penting tersebut disampaikan secara terbuka oleh Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia, KH M Cholil Nafis, melalui akun media sosial pribadinya pada hari Kamis tanggal 10 September 2026.

ADVERTISEMENT

Petinggi lembaga keagamaan tersebut secara tegas menyatakan bahwa buku tersebut sama sekali bukan merupakan program, pekerjaan, maupun produk resmi dari lembaga yang dipimpinnya.

Ia memaparkan bahwa penulis yang merumuskan isi karya tulis tersebut juga tidak tercatat sebagai bagian dari jajaran pengurus aktif Majelis Ulama Indonesia.

Sehubungan dengan kehadiran Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dalam acara peluncuran literatur tersebut, penjelasan terperinci turut disampaikan kepada publik luas.

Kehadiran pimpinan tertinggi lembaga tersebut dalam acara itu murni memenuhi undangan agenda Rapat Koordinasi Nasional Badan Amil Zakat Nasional yang kebetulan dirangkaikan dengan peluncuran buku.

Oleh karena itu, kehadiran pimpinan tersebut ditegaskan tidak boleh diinterpretasikan sebagai bentuk dukungan institusional terhadap karya tulis yang bersangkutan.

Meskipun status literatur tersebut terbukti bukan bagian dari produk kelembagaan, pihak Majelis Ulama Indonesia telah melakukan pengkajian mendalam terkait substansi yang terkandung di dalamnya.

Hasil penilaian yang dilakukan menyimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi penyimpangan baik dari segi akidah maupun syariah Islam di dalam naskah tersebut.

Karya tulis itu diidentifikasi sebagai bentuk bunga rampai yang merangkum berbagai sudut pandang para penulis mengenai figur Prabowo Subianto.

Buku tersebut memuat ulasan ihwal bagaimana nilai-nilai ajaran Islam diimplementasikan dalam ruang lingkup kehidupan sosial, politik, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kendati demikian, pihak lembaga tetap menyampaikan catatan kritis berkaitan dengan pentingnya menjaga tingkat akurasi serta ketelitian dalam proses penyusunan literatur.

Langkah konfirmasi ulang kepada para narasumber yang dikutip dinilai sangat krusial guna mencegah timbulnya kesalahpahaman maupun sanggahan di kemudian hari.

Penegasan kembali disampaikan bahwa buku tersebut berdiri di luar program kerja resmi lembaga keagamaan Islam tertinggi di tanah air tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung