Berita, Timur Tengah

Mojtaba Bangga Tentara Iran Permalukan Amerika di Mata Dunia

Repelita.id

20 April 2026 17:37 WIB

Mojtaba Bangga Tentara Iran Permalukan Amerika di Mata Dunia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan kebanggaannya yang luar biasa terhadap tentara Iran yang berhasil mempermalukan Amerika Serikat di mata dunia.

Jelang berakhirnya masa gencatan senjata, Mojtaba mengeluarkan pernyataan keras bahwa angkatan laut Iran siap memberikan kekalahan baru yang menyakitkan bagi musuh-musuhnya.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa tentara Iran kini berdiri dalam barisan yang rapat dan teguh, bahu membahu dengan para pejuang lain di angkatan bersenjata.

Mereka telah berhadapan langsung dengan dua kekuatan utama dari kubu arogansi internasional dan berhasil menunjukkan kelemahan lawan.

"Angkatan laut Iran siap untuk memberikan kekalahan telak kepada musuh-musuhnya," katanya dikutip dari kanal YouTube Kompas pada Minggu, 19 April 2026.

"Mereka telah bertempur melawan dua kekuatan utama dari barisan yang angkuh dan berhasil menunjukkan kelemahan serta kehinaan lawan di mata dunia," tegas pemimpin tertinggi Iran tersebut.

"Sebagaimana pesawat nirkabel (drone) militer yang menyambar para penjahat Amerika dan Zionis Israel bak kilat," sambungnya.

"Angkatan laut yang gagah berani juga kini bersiap memberikan kekalahan baru yang menyakitkan bagi musuh-musuhnya," timpal dia lagi.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak mencari perang dan hanya bertindak untuk membela diri terhadap agresi AS dan Israel.

Ia menuding AS dan Israel menargetkan infrastruktur sipil dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.

“Kami tidak menyerang negara mana pun, dan dalam situasi saat ini kami tidak bermaksud menyerang pihak mana pun, dan kami hanya membela diri secara sah,” katanya.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Ghalibaf mengatakan bahwa Teheran secara bersamaan terlibat dalam diplomasi dan siap untuk konfrontasi militer.

"Perang ketiga yang dipaksakan, dimulai selama negosiasi melalui tipu daya AS," katanya dikutip dari Tasnim News pada Minggu, 19 April 2026.

Ia memastikan bahwa Iran memasuki konflik dengan pengalaman yang diperoleh dari perang 12 hari sebelumnya pada Juni 2025 lalu.

Ghalibaf juga mengatakan bahwa pasukan Iran telah mencegat antara 170 hingga 180 drone dan menembak jatuh jet tempur canggih milik musuh.

Ia menilai bahwa AS maupun sekutunya terus salah memperhitungkan kekuatan strategi militer Republik Islam.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan menembaki sedikitnya dua kapal dagang berbendera India di Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April 2026.

Tindakan ini merupakan respons langsung terhadap blokade maritim yang masih dilakukan oleh Amerika Serikat di laut lepas.

Pengamat Timur Tengah menilai tindakan itu membuktikan bahwa Republik Islam tidak main-main dengan ancaman yang dilontarkan.

Angkatan Laut IRGC menyatakan Selat Hormuz ditutup sampai Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya.

"Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh meninggalkan tempat berlabuhnya di Teluk Persia dan Laut Oman, dan mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung