Repelita Jakarta - Kehadiran ratusan personel Pasukan Bela Diri Jepang atau Japan Self-Defense Forces di Pulau Kalimantan mendadak membetot perhatian publik nasional.
Kedatangan kontingen asing dalam misi kemanusiaan untuk membantu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan itu diwarnai momen penyambutan yang meriah.
ADVERTISEMENT
Sekitar 180 hingga 338 personel militer dari Negeri Sakura tersebut dikerahkan langsung ke garis depan guna menanggulangi krisis asap.
Demi menunjang pergerakan taktis selama bertugas, rombongan asing ini ditempatkan di posko utama bertempat di Asrama Haji Pontianak serta Lanud Supadio.
Namun di balik kesiapan peralatan canggih yang diboyong, raut wajah terperangah tampak jelas dari para prajurit asing tersebut saat penyambutan berlangsung.
Berdasarkan dokumentasi lapangan, prosesi penyambutan dihelat secara meriah dengan nuansa seremonial resmi yang sangat khas gaya Indonesia.
Para perwira militer Jepang tampak menerima kalungan selendang bermotif kain etnik tradisional Kalimantan sebagai simbol penghormatan tertinggi.
Suasana penyambutan di area dermaga semakin semarak berkat kehadiran pasukan korps musik berseragam lengkap yang meniupkan instrumen terompet.
Sejumlah pejabat daerah beserta jajaran pimpinan TNI dan Polri terlihat duduk berdampingan di panggung kehormatan menyambut tamu negara tersebut.
Para prajurit asing yang berdiri tegap mengenakan seragam loreng tampak tertegun menyaksikan keramahan serta format seremonial yang megah itu.
Kendati sempat kaget dengan sambutan hangat yang di luar perkiraan, pasukan khusus tersebut langsung menunjukkan tingkat profesionalisme tinggi di lapangan.
Kedatangan mereka juga didukung oleh pengerahan armada logistik darat serta laut berskala besar guna menembus medan kebakaran.
Kapal angkut militer berukuran raksasa tampak bersandar di pelabuhan untuk membongkar muatan peralatan penanggulangan bencana lahan.
Selain itu, armada darat berupa truk taktis berbendera asing, mobil operasional penggerak empat roda, hingga kapal amfibi hovercraft turut diterjunkan.
Seluruh kendaraan taktis tersebut langsung bergerak meninggalkan pelabuhan menuju titik posko siaga di Asrama Haji Pontianak dan Lanud Supadio.
Sinergi antara tentara asing dan satuan tugas gabungan lokal ini diharapkan mampu memaksimalkan evakuasi serta pemadaman titik api secara efektif.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok