Berita, Timur Tengah

Merasa Dikhianati AS, Antisipasi Serangan Balasan Iran, Militer Israel Naikkan Status Kesiapsiagaan Tempur ke Tingkat Maksimum

Repelita.id

16 May 2026 20:36 WIB

Merasa Dikhianati AS, Antisipasi Serangan Balasan Iran, Militer Israel Naikkan Status Kesiapsiagaan Tempur ke Tingkat Maksimum
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Otoritas pertahanan tertinggi zionis dilaporkan langsung meningkatkan status kesiapsiagaan seluruh matra tempurnya ke posisi ekstrem guna mengantisipasi pecahnya konfrontasi bersenjata berskala penuh.

Langkah mobilisasi pertahanan massal ini mencakup penguatan armada dirgantara, penyegaran baterai peluncur rudal pencegat, hingga pemanggilan paksa unit cadangan taktis di wilayah perbatasan utara dan selatan.

ADVERTISEMENT

Kebijakan darurat ini mencuat ke permukaan pasca kegagalan proses negosiasi gencatan senjata global yang diperparah oleh penolakan mentah-mentah proposal perdamaian oleh kepala negara adidaya barat.

"Saya tidak suka surat mereka. Itu tidak pantas. Saya menolak tanggapan Republik Islam," kata Trump dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Pihak otoritas yurisdiksi teluk langsung melayangkan balasan menohok dengan menegaskan bahwa rancangan stabilitas kawasan dibuat semata-mata demi membentengi kedaulatan domestik mereka sendiri.

"Kami menulis usulan demi kepentingan nasional Republik Islam — bukan untuk menyenangkan Trump. Jika Trump tidak senang, itu mungkin pertanda baik," kata pejabat Iran yang dikutip media Timur Tengah.

Konflik yang kian meruncing ini diperkirakan berpotensi meluas menjadi perang multi-front akibat ancaman perlawanan simultan dari aliansi milisi bersenjata yang berbasis di Lebanon selatan.

Pimpinan gerilyawan setempat bahkan telah memperingatkan jajaran komando tentara zionis bahwa wilayah pendudukan bakal diubah menjadi zona pertempuran yang sangat mengerikan jika agresi fisik dilanjutkan.

"Kami tidak akan meninggalkan medan perang, dan kami akan mengubahnya menjadi neraka hidup bagi Israel."

"Kami tidak akan tunduk, kami tidak akan menyerah, dan seianjutnya kami akan terus mempertahankan Lebanon."

Di tengah ancaman serangan balasan yang masif internal militer zionis sendiri dilaporkan sedang mengalami krisis ketersediaan personel kombatan akibat kelelahan fisik jangka panjang di lapangan.

Selain menghadapi ketahanan domestik lawan pihak barat juga dirundung kecemasan mendalam atas risiko kelumpuhan jalur logistik minyak dunia di sekitar koridor perairan Selat Hormuz.

Oleh karena itu otoritas tertinggi keagamaan di Teheran mengingatkan para sekutu barat agar tidak meremehkan kalkulasi kekuatan tempur serta benteng pertahanan bawah tanah milik mereka.

"Jika ada serangan lebih lanjut yang dilakukan terhadap Republik Islam atau jika negara itu mengalami kerusakan apa pun, respons Iran akan sangat sengit — dan dunia akan menyaksikan skala pembalasan itu."(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung