Repelita Jakarta - Gerakan penolakan terhadap kepemimpinan nasional kembali mencuat melalui pernyataan sikap yang dilontarkan oleh tokoh perwakilan kelompok emak-emak militan.
Berdasarkan tayangan video dari kanal YouTube forumkeadilanTV, Presidium Aliansi Rakyat Menggugat Menuk Wulandari menyampaikan kritik keras terkait keabsahan jabatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
ADVERTISEMENT
Pihaknya mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar mengambil langkah hukum yang tegas terhadap lingkaran kekuasaan asal Kota Surakarta demi kepentingan masa depan seluruh rakyat Indonesia.
"Saya adalah salah satu dari emak-emak 2019 itu yang diajak makan oleh Pak Prabowo pada saat dia ingin masuk ke kapalnya Jokowi dia pamit terhadap kami emak-emak," tutur Menuk Wulandari dalam dialog yang berlangsung pada hari Rabu tanggal empat belas Oktober dua ribu dua puluh enam.
Pihaknya menerangkan peristiwa masa lalu di kediaman Kertanegara saat menteri pertahanan kala itu mengundang makan siang sebelum berniat bergabung masuk ke dalam jajaran pemerintahan Jokowi.
Menuk Wulandari meminta agar janji perjuangan serta komitmen awal untuk setia membela kedaulatan negara dari segala bentuk kecurangan pemilu tetap dijaga dan diingat sepenuhnya.
"Saya di sini bukan untuk menagih tapi saya untuk reminding Bapak the real enemy adalah Jokowi yang sudah mematahkan kaki Bapak dua kali dalam pemilu itu dengan kecurangan," jelas Menuk Wulandari secara mendalam.
Menurut pandangannya, apabila hingga akhir tahun ini tidak ada tindakan nyata, maka hal tersebut menjadi indikasi kekalahan bagi posisi politik sang presiden sendiri.
Aliansi Rakyat Menggugat juga telah membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan melaporkan dokumen administrasi pendaftaran pemilihan presiden ke pihak berwajib.
"Kenapa seseorang seperti Gibran yang sudah menipu dan merugikan berapa juta rakyat Indonesia mas Gibran diadili diadili dan dimakdulkan," pungkas Menuk Wulandari mengenai desakan pemberhentian jabatan wapres.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok