Repelita Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo turun tangan meninjau langsung kondisi jaringan pengairan pertanian di wilayah pedesaan Karangharja Kabupaten Bekasi Jawa Barat.
Langkah peninjauan mendadak itu diambil setelah sang menteri mendapati ketimpangan nyata antara laporan tertulis anak buahnya dengan keluhan riil para petani lokal.
ADVERTISEMENT
Setibanya di lokasi, ia mendapati fakta mengejutkan berupa lahan persawahan seluas ribuan hektare yang mengalami kekeringan total selama kurun waktu tujuh bulan terakhir.
Berbekal rekaman dokumentasi digital yang beredar di dunia maya, sang menteri langsung menghubungi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw via telepon.
Ia mendesak agar pejabat pembuat komitmen di wilayah terdekat segera mendatangi lokasi guna mempertanggungjawabkan lambannya penanganan irigasi yang menyiksa petani.
Besok?
Sekarang!
Besok di mana sih lo?
Kan sudah enggak dapat air tujuh bulan, baru besok.
Sekarang!
Jalan kamu sekarang!, bentak Dody melalui sambungan telepon yang dikutip pada hari Minggu tanggal 27 September tahun 2026 karena merasa dibohongi laporan administratif.
Temuan di lapangan memperlihatkan bahwa jalur irigasi tersier mati total akibat endapan sedimentasi parah serta dibiarkan terbengkalai tanpa adanya perawatan rutin.
Ironisnya, kawasan sawah yang mengalami kekeringan parah tersebut sebenarnya terletak sangat dekat dengan aliran sungai besar yang debit airnya melimpah sepanjang tahun.
Ini ada saluran tersier, tapi sudah kering.
kata petani di sini mungkin keringnya sudah tujuh bulan.
Padahal dekat dari sini itu, ada sekitar 2 kilometer ada sungai yang enggak pernah kering.
Kita kerja gampang saja kan.
Bapak tinggal tarik, ucap Dody geram di hadapan para pejabat teknis.
Ia mempertanyakan alasan instansinya membiarkan kebutuhan vital petani tersebut terabaikan berbulan-bulan tanpa ada upaya rekayasa pengaliran air dari sungai terdekat.
Melihat buruknya kinerja birokrasi di bawahnya, sang menteri melontarkan ancaman keras berupa pencopotan jabatan bagi pegawai yang tidak becus bekerja.
Berarti anak buah lo, kalau perlu diganti semua saja, tegasnya menyikapi kelalaian fatal tersebut.
Pemerintah pusat menekankan bahwa ketersediaan pasokan air irigasi merupakan urusan krusial yang berkaitan langsung dengan target pencapaian swasembada pangan nasional.
Hati-hati, loh.
Sekali lagi saya ingatkan, hati-hati, ucapnya memperingatkan seluruh jajaran kementerian agar tidak meremehkan persoalan irigasi petani. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok