Berita, Internasional

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio Desak China Tekan Iran soal Eskalasi Konflik Selat Hormuz

Repelita.id

06 May 2026 15:56 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio Desak China Tekan Iran soal Eskalasi Konflik Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio secara resmi mendesak pemerintah China untuk turut campur dalam konflik bersenjata yang sedang berkecamuk di kawasan Selat Hormuz dengan menyampaikan pesan tegas kepada Iran terkait perannya dalam eskalasi ketegangan tersebut.

Seruan diplomatik ini disampaikan Rubio bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ke China, sebuah momentum yang dinilai sangat strategis untuk memberikan tekanan diplomatik kepada Teheran.

ADVERTISEMENT

Rubio berharap bahwa pemerintah China dapat memanfaatkan pertemuan bilateral tersebut untuk menyampaikan pesan keras kepada delegasi Iran mengenai dampak negatif dari tindakan mereka di selat strategis tersebut.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari 9News pada Rabu (6/5/2026), Rubio menegaskan bahwa China seharusnya menyampaikan kepada Iran bahwa perilaku mereka di Selat Hormuz telah menyebabkan isolasi global terhadap negara tersebut.

Ia secara gamblang menyebut Iran sebagai pihak jahat dalam ketegangan yang terjadi di kawasan perairan Timur Tengah tersebut.

Menurut pandangan Rubio, China juga memiliki kepentingan ekonomi yang sangat besar terhadap stabilitas kawasan, terutama yang berkaitan erat dengan kelancaran jalur perdagangan energi global.

Ia menilai bahwa upaya pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh akan memberikan manfaat besar bagi semua negara di dunia, termasuk China yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan Teluk.

Di sisi lain, sejumlah analis internasional justru memiliki pandangan berbeda dengan menilai bahwa China melihat peluang strategis yang menguntungkan dari konflik yang berkepanjangan ini.

Mereka berpendapat bahwa ketegangan yang terus berlangsung dalam waktu lama berpotensi melemahkan sistem petro-dolar yang selama ini didominasi penuh oleh Amerika Serikat.

Jika sistem petro-dolar melemah, maka hal tersebut dapat membuka ruang lebar bagi perubahan keseimbangan ekonomi global yang selama ini menguntungkan negara-negara Barat.

China, sebagai negara dengan cadangan devisa terbesar dunia dan konsumen energi terdepan, dinilai akan menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari perubahan tersebut.

Situasi ini menempatkan China pada posisi yang ambigu, di satu sisi menginginkan stabilitas kawasan untuk kelancaran perdagangan, namun di sisi lain melihat potensi keuntungan dari konflik yang melemahkan dominasi dolar AS.

Seruan Rubio kepada China pun menjadi tantangan diplomatik tersendiri bagi Beijing yang selama ini berusaha menjaga keseimbangan antara hubungannya dengan Iran dan posisinya dalam tatanan ekonomi global yang dipimpin AS.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung