Repelita Tel Aviv - Otoritas sayap kanan pemerintahan zionis kembali memicu kecaman internasional yang meluas akibat pernyataan kontroversial terkait rencana pengusiran paksa terhadap penduduk sipil.
Melalui sebuah publikasi digital di jejaring komunikasi virtual yang diunggah oleh akun global SW News - SOFT WAR NEWS, pejabat tinggi tersebut secara terbuka menjabarkan strategi perluasan wilayah geografis baru.
ADVERTISEMENT
Rencana radikal itu menargetkan pengosongan demografi di wilayah pesisir barat serta perluasan pemukiman ilegal ke koridor kedaulatan negara tetangga di sebelah utara perbatasan.
"Kita perlu, dan kita memiliki rencana yang tepat, untuk mendorong emigrasi (pembersihan etnis) dari Gaza, mempromosikan emigrasi di Tepi Barat, dan menetap di Lebanon. Kita tidak boleh takut menghadapi semua tekanan, semua musuh, semua orang jahat," bunyi pernyataan menteri tersebut.
Langkah sepihak ini dinilai oleh banyak pengamat internasional sebagai bentuk nyata dari upaya aneksasi wilayah yang mengabaikan hukum humaniter serta piagam perdamaian perserikatan bangsa-bangsa.
Meskipun memicu gelombang protes keras dari berbagai lembaga hak asasi manusia global namun kubu ekstremis di kabinet domestik bersikeras tidak akan mundur dari agenda ekspansi tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
🇮🇱⚡️🇵🇸🇱🇧 Menteri Keamanan Nasional Israel, Teroris Ben-Gvir:
— SW News - SOFT WAR NEWS (@SoftWarNews) May 16, 2026
Kita perlu, dan kita memiliki rencana yang tepat, untuk mendorong emigrasi (pembersihan etnis) dari Gaza, mempromosikan emigrasi di Tepi Barat, dan menetap di Lebanon.
Kita tidak boleh takut menghadapi semua tekanan,… pic.twitter.com/kZCEZyK2ae