Berita, Palestina

Menteri Israel ikut aksi massa tuntut pemukiman kembali di Gaza

Repelita.id

21 July 2026 00:00 WIB

Menteri Israel ikut aksi massa tuntut pemukiman kembali di Gaza
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ribuan pengunjuk rasa melakukan aksi nekat di perbatasan Jalur Gaza pada hari Minggu dengan menuntut pemerintah membangun kembali permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Unjuk rasa ini mendapat sorotan tajam karena dihadiri langsung oleh sejumlah menteri kabinet serta petinggi parlemen Israel.

ADVERTISEMENT

Kehadiran para pejabat tinggi tersebut menunjukkan dukungan terbuka pemerintah terhadap agenda pembangunan kembali wilayah yang hancur akibat perang.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir serta Menteri Keuangan Bezalel Smotrich terlihat berada di antara kerumunan massa yang memadati perbatasan.

Total terdapat sekitar dua puluh delapan menteri dan anggota parlemen dari koalisi pemerintahan pimpinan Benjamin Netanyahu yang turut ambil bagian dalam demonstrasi ini.

Partai Likud bahkan berperan sebagai sponsor utama bagi kelompok Nachala yang mengorganisir aksi tersebut.

"Saya katakan dari sini, akan ada pemukiman Yahudi di seluruh Gaza," tegas Itamar Ben Gvir di hadapan para pengunjuk rasa.

Tindakan massa semakin berani dengan menerobos barikade tentara meskipun otoritas militer telah menetapkan kawasan tersebut sebagai zona militer tertutup.

Para petugas di lapangan tampak tidak mengambil langkah tegas atau melakukan penangkapan saat massa merangsek melewati pos pengamanan.

Aksi ini ditujukan untuk mendesak otoritas terkait agar segera melegalkan pembangunan kembali bekas permukiman Elei Sinai, Dugit, dan Nisanit.

Penarikan seluruh pemukim dari Gaza sejatinya telah dilakukan sejak tahun 2005 silam.

Namun, desakan dari kubu sayap kanan kini kembali mencuat demi menguasai lahan di wilayah tersebut.

Sejumlah pengunjuk rasa berhasil mencapai puncak bukit yang menghadap ke sisa reruntuhan wilayah permukiman lama dan mengibarkan bendera Israel.

"Kami berjalan hari ini untuk memberi tahu pemerintah Israel dan menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa tanah ini adalah milik kami," ujar Daniel Sellem, salah seorang peserta aksi.

Peristiwa ini menjadi sinyal kuat meningkatnya tekanan politik dari kalangan sayap kanan terhadap kebijakan pemerintahan Israel terkait status masa depan Jalur Gaza. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung