Repelita [Jakarta] - Menteri Koperasi Ferry Juliantono angkat bicara menanggapi kabar yang sedang hangat di masyarakat soal pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP).
Ia menyampaikan klarifikasinya di hadapan awak media pada Kamis (16/7).
ADVERTISEMENT
Ferry menegaskan bahwa barang yang direncanakan dalam program tersebut sama sekali berbeda dengan kipas angin rumahan yang biasa ditemui di kamar kos.
"Bukan kipas angin yang biasa dipakai anak kos dengan bahan plastik," ujarnya saat memberikan penjelasan.
Pernyataan itu sekaligus menjawab asumsi publik yang selama ini membandingkan harga satuan proyek dengan kipas angin standar di pasaran.
Sebelumnya, ramai diperbincangkan bahwa anggaran sebesar Rp 1,8 triliun dialokasikan untuk membeli 1,8 juta unit kipas.
Namun, Ferry tidak merinci lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis maupun merek yang akan digunakan dalam pengadaan tersebut.
Ia hanya menegaskan bahwa produk yang dimaksud memiliki kualitas dan fungsi yang berbeda dari kipas konsumsi rumah tangga pada umumnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok