Berita, Timur Tengah

Menhan AS Salah Ucap Soal Nuklir Iran: Material yang Seharusnya Tak Mereka Miliki akan Disisihkan

Repelita.id

09 April 2026 21:34 WIB

Menhan AS Salah Ucap Soal Nuklir Iran: Material yang Seharusnya Tak Mereka Miliki akan Disisihkan
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengalami insiden salah ucap (slip of the tongue) saat menyampaikan pernyataan mengenai program nuklir Iran dalam konferensi pers di Pentagon pada Rabu (8/4/2026).

Hegseth awalnya mengatakan, "Under the terms, any nuclear material they should have will be removed," sebelum segera menyadari kesalahan dan mengoreksi dirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

Dengan cepat ia memperbaiki pernyataannya, "Any material, excuse me, they should not have will be removed right now," demikian bunyi koreksi yang ia sampaikan di hadapan awak media .

Kejadian salah ucap ini langsung menjadi sorotan karena terjadi di tengah momen kritis pasca pengumuman gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran.

Dalam pernyataan yang sama, Hegseth menegaskan bahwa setiap material nuklir yang seharusnya tidak dimiliki oleh Iran akan disingkirkan.

"Material yang tidak seharusnya mereka miliki akan segera disingkirkan. Debu nuklir mereka terkubur dalam dan diawasi 24/7 dari udara," tegas Hegseth dalam pengarahan tersebut .

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Donald Trump telah jelas sejak awal bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

"Presiden telah jelas dari awal, tidak akan ada senjata nuklir Iran, titik. Presiden lain mengatakannya, Presiden Trump yang mewujudkannya," ujar Hegseth .

Meskipun Hegseth mengklaim bahwa kesepakatan gencatan senjata mencakup ketentuan penyingkiran material nuklir Iran, pihak Teheran sendiri tidak secara publik mengakui adanya ketentuan tersebut dalam pernyataan resmi mereka .

Para pejabat Iran sebelumnya hanya menyebut bahwa hak pengayaan uranium mereka diakui dalam kerangka 10 poin yang menjadi dasar negosiasi.

Insiden salah ucap ini pun menuai perhatian luas, mengingat pernyataan resmi pejabat setingkat menteri pertahanan sangat krusial di tengah dinamika negosiasi yang masih berlangsung.

Hegseth juga menyatakan bahwa kemampuan militer Iran telah hancur akibat operasi militer AS yang disebut Operation Epic Fury.

"Rudal, peluncur, fasilitas produksi, dan stok yang ada telah habis, hancur, dan hampir sepenuhnya tidak efektif," klaim Hegseth dalam konferensi pers tersebut .

Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk memulai negosiasi teknis di Islamabad, Pakistan, pada 10 April 2026 mendatang, yang akan berlangsung hingga dua pekan ke depan .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung