Repelita [Jakarta] - Dokter Tifa memberikan pengakuan mengejutkan mengenai kondisi neurodivergen berupa ADHD yang melatarbelakangi lonjakan produktivitas luar biasa dalam menyelesaikan berbagai capaian intelektual tingkat tinggi sepanjang setahun terakhir.
Melalui tulisan di akun media sosial miliknya pada 20 Mei 2026, Dokter Tifa membeberkan deretan agenda akademis raksasa yang berhasil dirampungkannya sejak Mei 2025 di tengah bergulirnya polemik isu dokumen kelulusan tokoh nasional.
ADVERTISEMENT
Dokter Tifa merinci keberhasilannya menyelesaikan draf disertasi doktoral untuk meraih gelar S3 Ilmu Kedokteran di Universitas Indonesia serta penuntasan tugas akhir S3 bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran.
Selain menempuh dua jalur pendidikan doktoral secara simultan, Dokter Tifa juga sukses menelurkan lima buah karya literatur bertema dinamika politik domestik serta kontroversi medis, di samping status aktifnya sebagai mahasiswa semester tiga S1 Fakultas Hukum.
Dokter Tifa mengonfirmasi bahwa dirinya tengah mematangkan persiapan sidang promosi doktor bersama sang promotor, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH, serta bersiap melanjutkan sidang S3 ketiganya di bidang Ilmu Filsafat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Abad 21 dst adalah Abad ADHD
— Dokter Tifa (@DokterTifa) May 20, 2026
EO AI Palantir Alex Krapp mengatakan bahwa Abad 21 ke depan yang akan menang adalah orang-orang ADHD, Autis, dan Bipolar.
Kurang ADHD apa saya ini ketika setahun ini, di luar peristiwa kriminalisasi Ijazah Jokowi,
Dari Mei 2025 ke Mei 2026,… pic.twitter.com/keUnJHTejP