Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, melontarkan pujian bagi Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang menyatakan dukungannya terhadap keberanian mahasiswa dalam menyampaikan kritik di depan publik.
Jhon memandang sikap tersebut sebagai cerminan jiwa seorang negarawan yang sangat menghormati esensi kebebasan berekspresi di dalam sistem demokrasi.
ADVERTISEMENT
Baginya, dukungan moral dari tokoh senior sangat penting bagi kalangan mahasiswa agar tetap teguh dalam menyuarakan keresahan rakyat atas berbagai kebijakan yang dianggap tidak berkeadilan.
“Ini namanya sikap dari negarawan sejati. Mahasiswa perlu dukungan moral, bukan untuk memberontak tetapi untuk melawan ketidakadilan dan kekuasaan yang menindas,” ujar Jhon, Selasa (16/6/2026).
Jhon berpendapat bahwa aksi kritik mahasiswa semestinya dilihat sebagai fungsi kontrol sosial, bukan ancaman bagi negara, sehingga harus dijaga dalam koridor hukum yang demokratis.
Ia pun mengajak generasi muda untuk memegang teguh keyakinan pada kebenaran dan tidak mudah goyah oleh berbagai tekanan saat memperjuangkan idealisme bangsa.
“Jangan ragu untuk sikap selama yakin pada ideologi dan Jalan kebenaran,” tegasnya.
Menurutnya, membedakan antara nilai kebenaran dan sekadar kebaikan yang menoleransi kesalahan adalah kunci penting dalam bernegara.
“Jalan kebenaran tak akan menyesatkan bangsa, tapi Jalan kebaikan seringkali menoleransi kesalahan,” lanjut Jhon.
Sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Megawati dalam menjaga demokrasi, Jhon menyampaikan terima kasih secara terbuka.
“Terimakasih bu megawati untuk setia berdiri pada nilai kebenaran,” ucapnya.
Sebelumnya, saat meresmikan renovasi Istana Gebang dan Patung Soekarno di Blitar, Senin (15/6/2026), Megawati menyoroti aksi unjuk rasa mahasiswa yang sempat ia saksikan.
Ia mengingatkan bahwa mahasiswa adalah warga negara yang memiliki hak penuh untuk bersuara, sehingga tidak perlu merasa takut meski harus berhadapan dengan aparat.
“Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir, ini sopo toh yo?,” ujar Megawati saat mengomentari demonstrasi tersebut.
Ia mempertanyakan rasa khawatir yang ditunjukkan mahasiswa terhadap pengamanan dari unsur kepolisian maupun TNI di lapangan.
“Ya apa boleh buat, polisinya toh, lalu Angkatan Daratnya. Terus saya tuh mikirnya begini… Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk! itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh! Jadi mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak,” tegasnya.
Bahkan, Megawati menyatakan keberaniannya untuk memantik diskursus kritis dan menantang siapa pun yang ingin merespons pandangannya.
“Nah, saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!,” pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok