Repelita [Jakarta] - Kabar pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional atau BGN memicu beragam respons dari publik. Salah satu yang menyoroti perkembangan tersebut adalah pengamat komunikasi Joko Intarto melalui tulisannya berjudul "MBG: Mas Botak Gagal".
Dalam tulisannya, Joko mengaku baru mengetahui informasi mengenai pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN beberapa saat setelah terbangun pada malam hari.
ADVERTISEMENT
Ia menuturkan bahwa sebelumnya menghabiskan waktu menyaksikan pertandingan bulutangkis Indonesia Open melalui siaran langsung sebelum akhirnya beristirahat lebih awal.
Menurut Joko, informasi mengenai pergantian pimpinan BGN yang dibacanya melalui media daring memberikan kesan mengejutkan sekaligus menggembirakan baginya.
Ia kemudian mengisahkan saat terbangun sekitar pukul 23.00 dan menyaksikan tayangan wayang kulit di YouTube yang telah memasuki segmen "Gara-Gara".
Segmen tersebut, kata dia, biasanya menghadirkan para punakawan yang membahas berbagai peristiwa aktual dengan pendekatan humor dan sindiran sosial.
Dalam tayangan yang disaksikannya, muncul dialog mengenai nasib pejabat yang kehilangan jabatan setelah mendapat kritik dari masyarakat.
Joko kemudian mengutip dialog yang disampaikannya dalam tulisan tersebut.
"Makanya kalau sedang menjabat jangan ‘semangkean’ menindas rakyat. Sebab jabatan itu hanya sementara. Setelah tidak menjabat semua akan menjadi rakyat biasa," kata Petruk.
Tak lama setelah itu, ia mengaku melihat informasi mengenai pencopotan Dadan Hindayana beserta dua wakil kepala BGN melalui media sosial.
Menurut Joko, peristiwa tersebut seolah mengingatkannya pada pesan yang baru saja disampaikan dalam dialog wayang yang ditontonnya.
Ia juga menilai respons publik di berbagai platform media sosial cenderung mendukung keputusan pergantian pimpinan tersebut.
"Di berbagai platform, komentar masyarakat mayoritas mendukung pencopotan Dadan. Saya salah satunya," tulis Joko dalam keterangannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok