Berita, Nasional

Masih Kuat Kau Ngomong Jangan Mateni Orang? Sobary Sebut Nasihat Kekuasaan Jokowi Tidak Pantas Diucapkan Karena Dinilai Telah Zalimi Rakyat

Repelita.id

06 September 2026 22:07 WIB

Masih Kuat Kau Ngomong Jangan Mateni Orang? Sobary Sebut Nasihat Kekuasaan Jokowi Tidak Pantas Diucapkan Karena Dinilai Telah Zalimi Rakyat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Budayawan kenamaan Mohamad Sobary melayangkan tanggapan menohok atas pesan moral yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh sang budayawan ketika menyoroti pidato Jokowi mengenai peringatan Maulid Nabi di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Kebumen.

ADVERTISEMENT

Menurut pandangan Sobary, petuah bijak ihwal kekuasaan yang diucapkan oleh mantan kepala negara itu seharusnya ditujukan kepada diri sendiri.

Pihaknya menilai rekam jejak kepemimpinan masa lalu penuh dengan tindakan yang dianggap telah merugikan serta menzalimi masyarakat luas.

Kuat kau melakukan omonganmu itu?

Kamu sakti jangan mateni orang, kata Sobary, dikutip dari Podcast Madilog Forum Keadilan, Sabtu 5 September 2026.

Lebih lanjut, kritikus senior tersebut mempertanyakan integritas di balik pesan moral yang mengimbau agar penguasa tidak menggunakan kewenangan untuk mencelakai sesama.

Sobary menyinggung sejumlah peristiwa penegakan hukum yang dinilainya sebagai bentuk pembungkaman terhadap suara-suara kritis masyarakat selama masa pemerintahan sebelumnya.

Berapa wartawan yang kau kirim ke penjara?

Aktivis-aktivis berapa yang kau kirim ke penjara?

Apa itu tidak Mateni orang, sentil Sobary.

Sebagai bentuk ketidakpuasan, sang budayawan turut menyeret kasus hukum yang pernah menjerat sejumlah tokoh publik seperti Dokter Tifauzia Tyasuma serta Roy Suryo.

Deretan tokoh tersebut sempat berurusan dengan aparat penegak hukum setelah mempertanyakan keabsahan dokumen akademik sang mantan presiden.

Masih kuat kau mau ngomong seperti itu, tanya Sobary mempertanyakan kelayakan nasihat tersebut.

Sebelumnya, Joko Widodo memang sempat membagikan wejangan kepada para pemegang kekuasaan agar tidak menyalahgunakan pengaruh untuk menindas orang lain.

Pesan tersebut disampaikan dengan mengutip pepatah Jawa kuno yang mengingatkan agar seseorang yang memiliki kesaktian atau kekuasaan tidak berbuat sewenang-wenang.

Mantan pemimpin nasional itu menekankan bahwa kedudukan duniawi sifatnya tidak abadi sehingga harus disikapi dengan penuh kearifan.

Kekuasaan itu hanya sementara.

Kekuasaan itu hanya sak detik.

Jabatan itu hanya sampiran, kata Jokowi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung