Repelita Jakarta - Jhon Sitorus melalui akun Threads @jhonsitorus8 menyoroti persoalan yang disebutnya berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis atau MBG dan dampaknya terhadap sejumlah siswa di Karo.
Unggahan tersebut dipublikasikan tiga hari sebelum naskah ini ditulis dan mendapat perhatian dari pengguna Threads melalui sejumlah komentar mengenai tanggung jawab serta perlindungan terhadap anak-anak yang disebut terdampak.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, Jhon Sitorus menggambarkan kekhawatiran terhadap masa depan anak yang memiliki prestasi di sekolah setelah mengonsumsi makanan yang menurutnya berasal dari program pemerintah.
“Bayangkan, kita punya anak yang prestasinya luar biasa di sekolah lalu masa depannya terancam hilang setelah mengkonsumsi makanan dari negara.”
Jhon kemudian menyoroti pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dan menyatakan bahwa mereka harus bertanggung jawab apabila terbukti menyajikan makanan yang membahayakan para siswa.
“Pemilik SPPG harus bertanggungjawab karena telah menyajikan makanan beracun dan merenggut masa depan anak-anak Karo dan seluruh siswa yang terkena racun.”
Unggahan tersebut kemudian memperoleh berbagai respons dari pengguna Threads yang turut menyampaikan pandangan mengenai dugaan persoalan makanan MBG dan perlindungan terhadap penerima program.
Akun @riyanti_japar dalam komentarnya menandai sejumlah akun dan lembaga, termasuk @gerindra, @sekretariat.kabinet, @dpr_ri, @divisihumaspolri, @poldametrojaya, @ditjenwasdigi, @bpsjakpus_ serta @sudaru_sudaryono.
Dalam komentar yang sama, akun tersebut menyampaikan doa sekaligus kritik kepada pihak yang dianggap menerima amanah jabatan namun dinilai lalai menjalankan tanggung jawabnya.
“Ya Allah laknatlah orang-orang yg sudah diberi amanah jabatan tp melalaikan nya. Aamiin 🤲”
Sementara itu, akun @rahmasarita_jufri tercatat memberikan respons terhadap unggahan tersebut, meski tidak terdapat pernyataan tertulis yang ditampilkan dalam tanggapan yang tersedia.
Komentar bernada keras juga disampaikan akun @herberttoghi yang meminta adanya pendampingan hukum bagi keluarga yang disebut sebagai korban.
“Ayo dong gak ada pengacara yang masih punya hati nurani. Dampingi keluarga korban utk menggugat para bangsat itu !!!! Ini anak manusia wooii”
Akun @pirlopinggir kemudian menyuarakan penolakan terhadap program MBG dengan alasan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak serta dugaan penyalahgunaan program.
“Tolak MBG jangan mau anak2 kita jadi alat korupsi,makanan beracun,kita punya hak untuk menolak”
Rangkaian komentar tersebut memperlihatkan adanya perdebatan di media sosial mengenai pelaksanaan MBG, khususnya terkait keamanan makanan, tanggung jawab pengelola SPPG, serta perlindungan terhadap siswa yang disebut mengalami dampak.
Pernyataan mengenai makanan beracun dan dampak terhadap siswa dalam unggahan tersebut merupakan klaim yang disampaikan pengguna media sosial dan perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan resmi atau keterangan otoritas terkait.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads