Berita, Nasional

Mahasiswa Jakarta Demo di Kedubes AS, Dukung Paus Leo XIV dan Kecam Kebijakan Perang Trump-Iran

Repelita.id

24 April 2026 13:07 WIB

Mahasiswa Jakarta Demo di Kedubes AS, Dukung Paus Leo XIV dan Kecam Kebijakan Perang Trump-Iran
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Para Pemuda Tanpa Perang atau No War Youth Alliances menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Kamis (23/4/2026).

Aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk dukungan nyata kepada Paus Leo XIV yang tengah bersitegang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kebijakan perang melawan Iran.

ADVERTISEMENT

Salah seorang koordinator aksi, Arief Dendy, menyatakan bahwa pihaknya sepakat bulat dengan sikap antiperang yang terus diperjuangkan dan disuarakan oleh Paus Leo.

"Ini solidaritas kami dengan Paus Leo, karena memang apa yang diperjuangkan Paus Leo adalah perdamaian dan kemanusiaan," ujar Dendy dengan lantang di tengah-tengah lokasi aksi.

Menurut Dendy, pemilihan Kedutaan Besar AS sebagai lokasi unjuk rasa merupakan bentuk protes keras terhadap kebijakan Presiden Trump yang dinilai sebagai biang kerok berbagai konflik dunia.

Ia menyebutkan sejumlah contoh konkret seperti perang AS-Israel melawan Iran hingga aksi penculikan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dari negaranya sendiri.

Dendy juga mengkritik pedas ucapan Trump yang dinilai telah mencaci dan merendahkan Paus Leo XIV karena sikap antiperang yang diusung pemimpin Vatikan tersebut.

"Kami di sini tidak menyalahkan rakyat Amerika, kami tidak menyalahkan bangsa Amerika, kami melihat konflik terjadi karena Trump pribadi," tegas Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta ini.

Di samping solidaritas kepada Paus Leo, aliansi mahasiswa tersebut juga mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk berani mengambil sikap tegas menentang perang AS-Israel melawan Iran.

"Indonesia harus punya keberpihakan melawan kolonialisme dan imperialisme," tutur Dendy menegaskan tuntutan politik dari aksi demonstrasi tersebut.

Meskipun aksi kali ini digagas sebagai bentuk solidaritas kepada pemimpin umat Katolik, Dendy menegaskan bahwa isu yang diangkat bersifat lintas agama dan universal.

Ia berujar bahwa sikap menolak perang adalah pendirian kemanusiaan yang fundamental, terlepas dari latar belakang agama atau keyakinan masing-masing individu.

Ketika aksi dimulai pada siang hari, terlihat puluhan mahasiswa yang sudah berkumpul dan bergabung di depan gedung Kedutaan Besar AS.

Dendy memperkirakan akan ada seratus orang yang bergabung dengan massa aksi hingga sore hari nanti secara bertahap.

Demo tersebut diikuti oleh berbagai organisasi seperti GMNI Jakarta, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, serta Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Ketegangan antara pemimpin Vatikan dan Gedung Putih meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir setelah Trump melontarkan serangan verbal kepada Paus Leo XIV.

Trump mengatakan bahwa dirinya tidak berpikir Paus kelahiran Chicago tersebut "melakukan pekerjaan yang sangat baik" sekaligus menyarankan agar sang paus "berhenti menuruti kaum kiri radikal."

Cercaan pedas ini dilontarkan Trump sebagai respons setelah Paus Leo XIV mengkritik keras kebijakan perang AS-Israel di Iran yang dinilai membahayakan perdamaian dunia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung