Repelita Jakarta - Korps Bhayangkara menanggapi secara resmi beredarnya isu liar mengenai penahanan sejumlah perwira kepolisian yang diduga mempunyai keterkaitan erat dengan perkara peretasan jaringan komunikasi kepala negara.
ADVERTISEMENT
Di tengah bergulirnya polemik ketatanegaraan tersebut, pimpinan tertinggi Korps Baju Cokelat Jenderal Suyudi secara resmi menerbitkan regulasi mutasi personel melalui Surat Telegram Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 yang dikeluarkan per tanggal 2 November 2026.
Langkah strategis organisasi ini diambil guna memastikan penyegaran struktural tetap berjalan secara berkesinambungan di tingkat internal kepolisian.
"Nanti kami cek proses evaluasinya, ya, seperti itu," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir memberikan pernyataan resmi di hadapan awak media massa saat berada di lingkungan Mabes Polri, Jakarta, pada hari Selasa, 3 November 2026.
Pihak divisi kehumasan menegaskan bahwa proses klarifikasi serta verifikasi data internal saat ini masih terus berjalan guna menelaah kebenaran dari kabar miring yang telanjur meluas di tengah publik.
Berdasarkan data awal yang dihimpun oleh pihak redaksi, tersiar kabar mengenai pemindahan sejumlah personel perwira menuju Kesatrian Mako Brimob Kelapa Dua yang berlokasi di wilayah Depok, Jawa Barat.
Opini yang berkembang luas di tengah masyarakat mencoba mengaitkan pergerakan personel tersebut dengan beberapa nama pimpinan berinisial L yang menyandang pangkat bintang empat, serta dua perwira tinggi berpangkat bintang dua berinisial A dan E, hingga seorang pamen berinisial F.
Walakin, manajemen internal Mabes Polri sampai dengan saat ini belum mengeluarkan rilis ataupun penetapan resmi hukum ketatanegaraan seputar keterlibatan dari inisial-inisial tersebut.
Agenda rotasi jabatan struktural bagi ratusan personel fungsional telah ditandatangani secara kelembagaan oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Deni Dharmapala atas nama pimpinan tertinggi kepolisian.
Merujuk pada ketetapan Surat Telegram ST/2467/XI/KEP./2026 per tanggal 2 November 2026, tercatat sebanyak 264 posisi Pati dan Pamen mengalami peralihan tugas kedinasan.
Di antara jajaran perwira tinggi yang mengalami pergeseran posisi, terdapat nama Irjen Pol Laksana yang sebelumnya mengemban amanah selaku Waastamaops Kapolri dialihkan tugas menjadi Dosen Kepolisian Utama Tk. I Akpol Lemdiklat Polri.
Selanjutnya, posisi Waastamaops Kapolri yang baru kini dijabat oleh Brigjen Pol Auliansyah Lubis yang sebelumnya menempati posisi selaku Karobinops Tamaops Polri.
Pergeseran fungsional lain juga menyasar Brigjen Pol Edy Suranta Sitepu yang semula menempati posisi strategis selaku Karokorwas PPNS Bareskrim Polri dirotasi mengemban tanggung jawab baru selaku Dosen Kepolisian Utama Tk. II STIK Lemdiklat Polri.
Sementara itu, Kombes Pol Ferdy Irawan yang mempunyai rekam jejak selaku Analis Kebijakan Madya Bidang Pidsiber Bareskrim Polri kini resmi dipromosikan menduduki posisi fungsional selaku Wadirtipideksus Bareskrim Polri.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok