Berita, Politik

Lukas Luwarso Sebut Langkah Politik Jokowi Untuk Gibran Dan Kaesang Bergantung Hasil Survei, Jika Survei Buruk, Anies Masuk Radar?

Repelita.id

08 August 2026 01:16 WIB

Lukas Luwarso Sebut Langkah Politik Jokowi Untuk Gibran Dan Kaesang Bergantung Hasil Survei, Jika Survei Buruk, Anies Masuk Radar?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Bekas Ketua Aliansi Jurnalis Independen Lukas Luwarso membeberkan kalkulasi politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang amat bergantung pada indikator elektabilitas lembaga survei.

Informasi dari lingkaran terdekat mantan kepala negara itu mengindikasikan bahwa nasib karier politik Gibran Rakabuming Raka serta Kaesang Pangarep menuju kontestasi Pilpres 2029 ditentukan oleh angka keterpilihan.

ADVERTISEMENT

"Tapi nanti kalau pada titik tertentu ya, kalau memang dua anaknya itu enggak punya elektabilitas ya, seplonga-plongonya Jokowi, dia kan masih ada. Saya, yang saya dengar paling enggak, ya, dari beberapa orang dekat, ya, Jokowi itu sangat memperhitungkan itu apa yang disebut survei. Jadi kalau surveinya memang tidak ya, mungkin dia enggak," ujar Lukas dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV.

Angka pencapaian survei diprediksi menjadi acuan utama dalam menentukan manuver politik jelang pemilu mendatang.

Temuan data terbaru Saiful Mujani Research and Consulting meletakkan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di urutan keempat pada pemetaan calon presiden.

Jarak angka elektabilitas Gibran jika disandingkan dengan Anies Baswedan yang berada pada peringkat ketiga tercatat sangat tipis.

"Gibran dengan Anies perbedaannya enggak besarlah, sudah enggak nyampai 2%," tandasnya.

Rilisan hasil riset SMRC menunjukkan nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melesat di urutan teratas lewat perolehan 35 persen.

Urutan berikutnya ditempati Presiden Prabowo Subianto dengan angka 14,5 persen lalu disusul Anies Baswedan sebesar 8,2 persen serta Gibran sebesar 7,7 persen.

Riset ilmiah tersebut diselenggarakan sejak 5 hingga 19 Juli 2026 yang melibatkan 749 responden di pelbagai wilayah Indonesia.

Metode pengumpulan sampel data memadukan teknik wawancara sambungan telepon sebanyak 83,8 persen dan tatap muka sebesar 16,2 persen.

Meski demikian analisis Lukas merupakan pandangan subjektif berbasis informasi internal tanpa adanya konfirmasi resmi pihak Joko Widodo. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung