Repelita [Jakarta] - Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus untuk melakukan penataan ulang terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa pihaknya kini mengemban tugas untuk mengawal efisiensi dan perbaikan tata kelola program tersebut.
ADVERTISEMENT
"Dari tadi Presiden sudah memberikan arahan, kita akan bantu dari Dewan Ekonomi untuk menata pelaksanaannya sehingga jauh menjadi lebih bagus dari Dewan Ekonomi," ujar Luhut di lingkungan Istana Negara, Selasa (9/6/2026).
Luhut mengakui bahwa meskipun manajemen anggaran saat ini sudah berjalan, ruang untuk peningkatan efisiensi belanja negara masih sangat terbuka lebar.
Pihaknya kini mulai melakukan pemantauan dan evaluasi rutin guna memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat yang optimal.
"Tadi kami juga minta presiden, Dewan Ekonomi melakukan monitoring dan evaluasi dan melaporkan pada presiden. Ini kita lakukan berkala seperti tadi kita survei yang kita lakukan itu," ucapnya.
Dalam rapat yang sama, anggota DEN Mochamad Firman Hidayat menyoroti adanya potensi penghematan besar yang bisa dilakukan pada Badan Gizi Nasional.
Ia menekankan pentingnya langkah antisipasi pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah dan kenaikan harga komoditas energi.
"Tadi angkanya cukup besar yang kita bisa hemat dari sisi BGN, bahkan kita ada langkah-langkah dari sisi penerimaan," ungkap Firman.
Sementara itu, anggota DEN Chatib Basri mengingatkan bahwa efisiensi anggaran menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang berpotensi memicu inflasi.
Ia menyoroti risiko kenaikan harga kebutuhan pokok bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah sebagai dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah.
"Kami sampaikan salah satu isu penting adalah kemungkinan risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah dan ini akan berdampak ke menengah ke bawah, termasuk menumbuhkan masalah confident dan trust ke pemerintah, salah satunya langkah-langkah dlm efisinesi anggaran, salah satunya kaitan dengan MBG," jelas Chatib. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok