Berita, Nasional

Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso Dituding jadi Aktor di Belakang Layar Tiyo Ardianto

Repelita.id

16 June 2026 22:41 WIB

Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso Dituding jadi Aktor di Belakang Layar Tiyo Ardianto
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aliansi BEM Bersatu melontarkan tudingan serius terkait adanya keterlibatan mantan petinggi militer, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang diduga menjadi aktor intelektual di balik aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis.

Kelompok mahasiswa tersebut menduga gerakan unjuk rasa yang dilakukan oleh pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, telah ditunggangi oleh kepentingan politik praktis melalui jejaring tokoh-tokoh tertentu.

ADVERTISEMENT

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, membeberkan sejumlah temuan yang mengindikasikan adanya hubungan istimewa antara pimpinan aksi dengan pihak purnawirawan tersebut.

“Kedua, kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDIP, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi,” ujar Rahmat dalam keterangan pers, Selasa (16/6/2026).

Kecurigaan BEM Bersatu semakin menguat setelah Tiyo Ardianto kedapatan menghadiri forum yang sama dengan Setyo Sularso di Bandung, yang disinyalir sebagai wadah konsolidasi gerakan.

“Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung (18 Juni 2026) bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati,” tambah Rahmat.

Rahmat menyayangkan sikap kelompok penolak yang justru menyerang program pemerintah yang berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat di tengah urgensi kebutuhan rakyat.

“Pertama, kami mempertanyakan prioritas isu yang diangkat. Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama. Sementara itu, Program MBG yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan,” tegasnya.

BEM Bersatu dengan tegas menolak segala bentuk mobilisasi massa yang dimanfaatkan sebagai alat oleh elite politik untuk kepentingan perebutan kekuasaan.

“Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penungangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” pungkas Rahmat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung