Berita, Timur Tengah

Lebih dari 1.000 Apartemen di Tel Aviv Hancur Akibat Serangan Iran, Tidak Layak Huni

Repelita.id

21 April 2026 22:33 WIB

Lebih dari 1.000 Apartemen di Tel Aviv Hancur Akibat Serangan Iran, Tidak Layak Huni
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Sebanyak lebih dari 1.000 unit apartemen di Kota Tel Aviv dilaporkan hancur akibat serangan balasan yang dilancarkan Iran ke wilayah Israel.

Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, menyatakan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh rudal dan pesawat nirawak milik Iran sangat parah.

ADVERTISEMENT

“Lebih dari 1.000 apartemen di Tel Aviv tidak lagi layak huni karena kerusakan yang disebabkan oleh rudal dan pesawat nirawak milik Iran,” ujar Huldai kepada stasiun televisi Israel, Channel 12, pada Sabtu (18/4/2026).

Sejak perang meletus pada 28 Februari 2026, Iran memang kerap meluncurkan serangan balasan ke Israel melalui Kota Tel Aviv.

Iran tercatat sudah meluncurkan ratusan serangan drone dan rudal ke wilayah kota tersebut selama periode konflik berlangsung.

Menurut keterangan pasukan militer Israel (IDF), beberapa drone dan rudal yang ditembakkan Iran berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara.

Namun, sejumlah drone dan rudal lainnya kerap kali lolos dari deteksi sistem pertahanan udara Israel.

Kondisi ini membuat drone dan rudal tersebut berhasil menghantam infrastruktur publik dan rumah-rumah warga yang ada di Tel Aviv.

Serangan drone dan rudal Iran ini membuat warga Israel berbondong-bondong mengajukan klaim asuransi kerusakan bangunan.

Mereka mengajukan klaim tersebut kepada otoritas pajak untuk mendapatkan ganti rugi atas tempat tinggal mereka yang rusak.

Data terbaru menunjukkan hampir 30.000 warga Israel sudah mengajukan asuransi kerusakan bangunan.

Tujuannya adalah untuk merekonstruksi tempat tinggal mereka yang hancur imbas serangan Iran.

Imbas serangan balasan Iran, Israel mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar dan signifikan.

Seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kerugian yang ditanggung pemerintah sudah mencapai 17,5 miliar dolar AS.

Angka tersebut setara dengan sekitar Rp3 triliun dalam kurs rupiah saat ini.

Di samping itu, serangan balasan Iran juga telah menewaskan banyak warga sipil Israel.

Data terbaru menunjukkan serangan balasan Iran yang dilakukan sejak awal Maret sudah menewaskan sekitar 26 orang.

Sementara itu, sekitar 2.600 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Kendati begitu, Iran saat ini sudah menghentikan sementara serangan balasannya terhadap Israel dan AS.

Penghentian ini terjadi setelah Iran, AS, dan Israel menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April lalu.

Gencatan senjata ini praktis menghentikan perang antara Iran melawan AS dan Israel untuk sementara waktu.

Namun, gencatan senjata antara ketiga negara tersebut dikabarkan bakal berakhir pada 22 April mendatang.

Oleh karena itu, AS mengingatkan Iran untuk segera menyepakati perdamaian secara permanen.

Jika sampai gencatan senjata usai Iran tidak juga sepakat berdamai, AS mengancam akan menyerang dengan kekuatan lebih besar.

“Jika Iran membuat pilihan yang buruk (tidak menyepakati perdamaian dengan AS), maka mereka akan menghadapi blokade dan pengeboman terhadap infrastruktur, listrik, dan energi,” ujar Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung