Repelita [Jakarta] – Potensi cadangan emas raksasa di Papua yang disebut memiliki nilai dan volume hingga dua kali lebih besar dibandingkan tambang Grasberg milik Freeport kembali menjadi perhatian publik.
Isu tersebut mencuat dalam perbincangan Forum Keadilan TV yang mengulas temuan strategis hasil kajian Forum 73 ITB (Fortuga). Data tersebut disebut telah disusun sekitar satu dekade lalu oleh para ahli geologi dan pertambangan yang tergabung dalam forum tersebut.
ADVERTISEMENT
Menurut pemaparan yang disampaikan dalam diskusi, almarhum Rizal Ramli pernah melaporkan temuan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Namun, temuan yang disebut sebagai salah satu potensi tambang emas terbesar di Papua itu tidak berlanjut menjadi kebijakan strategis pemerintah. Tak lama kemudian, Rizal Ramli justru terkena reshuffle dari kabinet.
Ekonom Invas Bestari, Gede Sandra, menyatakan bahwa data mengenai potensi cadangan emas tersebut telah melalui proses verifikasi oleh sejumlah ahli geologi dari Kanada dan Amerika Serikat. Hasil kajian itu disebut menguatkan dugaan adanya kandungan emas dalam jumlah sangat besar di wilayah Papua.
Gede Sandra menilai potensi tersebut dapat menjadi aset strategis bagi Indonesia apabila dikelola secara optimal dan berada di bawah kendali negara. Karena itu, ia mendorong agar pemerintah melakukan verifikasi lanjutan serta langkah-langkah pengamanan terhadap kawasan yang disebut menyimpan cadangan emas tersebut.
Dalam pembahasan juga disinggung adanya informasi mengenai pembangunan akses jalan yang dikabarkan mulai mendekati titik lokasi temuan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa aset sumber daya alam yang bernilai besar dapat lebih dahulu dikuasai pihak tertentu sebelum negara mengambil langkah pengamanan.
Karena itu, sejumlah kalangan berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat menindaklanjuti informasi tersebut secara serius. Jika terbukti memiliki cadangan emas dalam skala besar, pengelolaannya diharapkan dapat dilakukan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.
(*)
Editor: 91224 R-ID Elok