Repelita [Jakarta] - Kunjungan pejabat negara ke kawasan terdampak kebakaran di Kalimantan memicu sorotan tajam netizen setelah unggahan video inspeksi lapangan beredar di media sosial.
Langkah pengecekan lokasi tersebut justru menuai tanggapan sinis publik yang meragukan keseriusan pemerintah dalam memadamkan kobaran api.
ADVERTISEMENT
"Peringatan darurat 🚨🚨🚨🚨 ALL EYES ON KALIMANTAN “ ini ngecek kebun sawit, apa ngecek pemadaman api sih 🔥🔥🔥🔥 “" tulis @ilhampid dalam postingannya.
Tanggapan miring warga net memenuhi kolom komentar lantaran mencium adanya indikasi kepentingan bisnis di balik musibah kebakaran lahan tersebut.
"aura busuk mereka kliatan banget kalau megar ini ulah mereka" tulis @anggaprtmk dalam tanggapannya.
Dugaan penutupan skandal korupsi atau pengalihan perhatian isu penegakan hukum nasional turut dihubungkan netizen dengan kemunculan musibah ini.
"Takutnya pengalihan isu jaksa febri Jd bebarengan sama ini" tulis @tedronald mengungkapkan kecurigaannya.
Trauma publik terhadap simbol pakaian pejabat yang kerap hadir saat situasi krisis kembali diluapkan dalam ruang diskusi digital.
"Ga tau kenapa trauma sama bajunyaðŸ˜" tulis @assyifatunisa03 menumpahkan perasaannya.
Sikap kritis terhadap gaya berpakaian pejabat saat meninjau pekatnya asap di lapangan disindir pedas oleh pengguna media sosial.
"Wowowoo kacamata hitammu lepas biar terlihat jelas kabutnya setebal itu, jgn bilang clear." sindir @bukan.gendatz di kolom komentar.
Tudingan mengenai pemantauan kepemilikan aset pribadi berkedok kunjungan kerja resmi dilontarkan netizen lainnya.
"Ngecek kebun sawit miliknya" tulis @yudisulistiosektor2kemayoran memberikan tanggapan.
Sindiran mengenai persiapan lahan baru guna proyek kelapa sawit nasional turut diutarakan warga net.
"Nethink mulu lu bang, dia cuma ngecek sudah siap kah lahan untuk swasembada sawit 😂" cetus @bonbonapasogit dalam perbincangan.
Dugaan perluasan wilayah tanam korporasi diperkuat komentar nada serupa dari pengguna media sosial.
"Ngecek lahannya ga sih hehehe" tulis @hilyatinad menimpali.
Amarah publik atas kelalaian penanganan bencana berubah menjadi doa bernada ekstrem terkait keselamatan rombongan pejabat.
"MUDAH²AN SEPULANG BERKUJUNG, PESAWATNYA KEHILANGAN JARAK PANDANG EFFECT KEBAKARAN HUTAN, KITA TUNGGU KUASANYA, AL-FATIHAH 🤲" tulis @untoro3146 meluapkan kekesalannya.
Rangkaian reaksi netizen ditutup oleh kecurigaan publik mengenai perhitungan luas area yang siap dialihfungsikan pascabencana.
"lagi ngukur nih, kira² ada brp hektar ya yg bisa ditanem 😌" tulis @cucufj09 menutup perbincangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads