Repelita [Jakarta] - Pemerhati politik dan kebangsaan M. Rizal Fadillah melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan nasional menyusul sejumlah pernyataan kontroversial kepala negara saat pidato kenegaraan pertengahan Agustus 2026.
Opini tertulis yang disebarkan dari Kota Bandung pada Minggu, 16 Agustus 2026 tersebut menyoroti sejumlah celetukan di luar naskah resmi yang dinilai memicu kehebohan publik.
ADVERTISEMENT
Penulis esai tersebut secara khusus menyinggung insiden penyebutan data upah profesi pengupas bawang yang dianggap tidak akurat serta pidato program kesejahteraan sebelumnya.
Berbagai kebijakan pemerintah mulai dari tata kelola efisiensi birokrasi, penanganan perkara rasuah, hingga arah percaturan geopolitik luar negeri turut menjadi sasaran kritik tajam dalam tulisan tersebut.
Sikap inkonsistensi dalam penegakan hukum serta hubungan dengan kalangan pemodal besar juga dinilai tidak sejalan dengan ekspektasi masyarakat luas.
Melalui catatan pandangan politik itu, pengamat tersebut menyimpulkan agar pemangku jabatan tertinggi negara hendaknya fokus pada kegiatan pengabdian sosial di luar kancah kekuasaan formal. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok