Berita, Nasional

Kritik Keras Erizal ke Rismon Sianipar, Dinilai Picu Kegaduhan Publik di Acara Rakyat Bersuara

Repelita.id

22 April 2026 21:46 WIB

Kritik Keras Erizal ke Rismon Sianipar, Dinilai Picu Kegaduhan Publik di Acara Rakyat Bersuara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Seorang penulis bernama Erizal menyampaikan rasa muak dan jijiknya melihat penampilan Rismon Sianipar di program Rakyat Bersuara milik iNewsTV yang dipandu oleh Aiman Witjaksono.

Erizal mengaku dirinya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang merasa terganggu dengan kehadiran Rismon di panggung publik tersebut.

ADVERTISEMENT

Kekesalan itu tidak muncul karena keyakinannya tentang asli atau palsunya ijazah Presiden Joko Widodo, melainkan karena sosok Rismon sendiri.

Menurut Erizal, Rismon adalah sekaligus sebab dan akibat dari kegaduhan berkepanjangan yang melingkupi kasus ijazah Jokowi ini.

Kegaduhan tersebut tidak kunjung berhenti hingga saat ini dan cenderung semakin meluas serta liar, juga karena peran aktif Rismon.

Erizal mengaku termasuk dalam golongan orang yang ingin kebenaran dalam kasus ini segera terungkap secara terang benderang.

Ia berpendapat bahwa iNewsTV melalui program Rakyat Bersuara atau Aiman Witjaksono seharusnya tidak lagi mengundang Rismon ke panggung publik.

Langkah tersebut dinilai perlu demi menjaga etika publik yang lurus dan tidak mudah dibengkokkan oleh kepentingan seperti yang dilakukan Rismon.

Cerita tentang penelitian, digital forensik, dan kajian ilmiah yang sering digembar-gemborkan Rismon dulu dan kini dinilai sudah kedaluwarsa.

Erizal menegaskan bahwa semua narasi tersebut tidak akan memiliki nilai kecuali jika Rismon bisa membuktikan keaslian ijazah S2 dan S3 dirinya sendiri.

Sebelum iNewsTV atau Aiman mengundang Rismon untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi, seharusnya Rismon ditagih lebih dulu untuk membuktikan ijazahnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ijazah S2 dan S3 Rismon di Yamaguchi, Jepang, termasuk dugaan surat kematian yang dibuat istrinya, adalah asli atau palsu.

Erizal mencontohkan bahwa hal serupa pernah dilakukan oleh Arsul Sani yang mempertanyakan keaslian dokumen-dokumen milik Rismon.

Rismon dinilai kurang pantas membuka aib orang lain mengingat pengalamannya dulu saat mengatakan ijazah Jokowi palsu tidak mudah dibuktikan.

Sikap Rismon yang berteriak kepada mantan pengacaranya dengan nada "siapa Anda?" dianggap sebagai tindakan yang tidak tahu malu.

Padahal, pengacara itulah yang dulu sudah pasang badan membela dirinya dan Rismon tidak pernah mengeluarkan uang satu rupiah pun untuk membayar jasanya.

Erizal menyebut sikap Rismon ini sangat tragis dan tidak mencerminkan rasa terima kasih kepada orang yang pernah membantunya.

Ia menegaskan bahwa apa pun yang dikatakan Rismon terkait keaslian ijazah Jokowi saat ini sudah tidak memiliki nilai apa pun.

Semua pernyataan itu akan tetap hampa sebelum Rismon sendiri membuktikan terlebih dahulu keaslian ijazah yang ia miliki.

Bahkan, apa yang dikatakan Rismon atau pihak yang mengatasnamakan dirinya berpotensi membuat kasus ijazah Jokowi semakin meluas dan liar.

Erizal juga menyoroti bahwa keterlibatan Jusuf Kalla dalam kasus ijazah Jokowi sedikit banyaknya adalah karena kontribusi Rismon.

Dengan segala kontroversi yang ada, Rismon dinilai tidak seharusnya diberikan lagi panggung yang luas kepada publik.

Ia disebut sudah terbuang sepanjang adat atau tradisi ketimuran yang menjunjung tinggi etika dan sopan santun dalam berargumen.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok






TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung