Repelita [Jakarta] - Kekhawatiran publik terhadap meluasnya praktik korupsi dan kerusakan tata kelola lembaga penegak hukum di Indonesia kini memicu puncak kemarahan masyarakat di media sosial.
Penilaian kritis mengenai dugaan perencanaan korupsi yang kian sistematis tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @_adityapurnomo
ADVERTISEMENT
melalui platform Threads.
Dan mereka tuh rencana korupsi nya sekrang terang terangan banget, yang di ajak gak cuma kalangan atas tapi yang bawah juga di ajak biar sama-sama melindungi.
Pernyataan keras mengenai tenggat waktu pengesahan regulasi anti-korupsi serta potensi perlawanan masyarakat turut disuarakan oleh akun @zero.ai.official
dalam kolom komentar.
Jika Tanggal 15 Des 26 tidak terealisasi apakah rakyat berani Nepalkan DPR.....apakah cuman sebatas omon omon.....siap siap rakyat pasti marah dan jengah....
Sorotan tajam mengenai rekam jejak maraknya kasus penyelewengan dana negara juga disampaikan oleh akun @meela_tania
dalam bentuk doa dan harapan.
Korupsi mulai masif di mulai dr thn 2014 hingga saat ini semakin "menggila"...Ya Allah azablah dan hukumlah dunia akherat mereka² pejabat² yg melakukan korupsi yg memakan uang rakyat...aamiin.
Dukungan atas doa tersebut turut ditegaskan kembali oleh akun @sumarnogoes
melalui komentar singkatnya di ruang diskusi.
Aamiin 🤲
Ketidakpercayaan terhadap efektivitas aparat penegak hukum yang dinilai telah terpengaruh oleh kepentingan kekuasaan dipaparkan oleh akun @gerakan_oposisi
secara mendalam.
Mayoritas sudah jadi koruptor dan anteknya dan lembaga hukum kpk, Polri dan Kejaksaan, Hakim ikut dirusak, rakyat mau mengharap kepada siapa ? Jika dibiarin terus suatu saat kemarahan rakyat akan meledak mengejar para koruptor
Aksi protes radikal terkait penolakan kewajiban perpajakan sebagai bentuk kekecewaan terhadap penyelewengan anggaran disampaikan oleh akun @de_hutabarat
dalam narasi berikut.
Pajak wni sumber uang korupsinya, kan gw sudah bilang STOP BAYAR PAJAK
Subsidi itu betul berasal dari pajak, TAPI ITU CUMA TAMENG
Seruan solidaritas warga untuk menyatukan langkah penolakan terhadap tindakan koruptif ditambahkan oleh akun @shivaleska
sebagai bentuk penutup diskusi.
Emg Bang harus kompak
Rentetan amarah dan reaksi keras para pengguna media sosial ini mencerminkan krisis kepercayaan yang makin mendalam dari rakyat terhadap komitmen pemberantasan korupsi di tanah air.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads