Berita, Internasional

Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Dekat Pangkalan AS, Kim Jong Un Puas dengan Daya Hancur

Repelita.id

20 April 2026 22:18 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Dekat Pangkalan AS, Kim Jong Un Puas dengan Daya Hancur
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik di dekat wilayah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Korea Selatan pada Minggu (19/4/2026).

Melansir kantor berita resmi KCNA, uji coba tersebut bertujuan untuk memverifikasi karakteristik dan daya hancur dari hulu ledak bom klaster.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Pyongyang juga menguji hulu ledak ranjau fragmentasi yang diterapkan pada rudal balistik taktis mereka.

Sebanyak lima proyektil diluncurkan menuju area target di sekitar sebuah pulau yang berjarak sekitar 136 kilometer dari lokasi peluncuran.

Menurut laporan KCNA, rudal-rudal tersebut berhasil menghantam area seluas 12,5 hingga 13 hektare dengan tingkat kepadatan yang sangat tinggi.

Kim Jong Un disebutkan menyatakan kepuasan besar atas hasil uji coba yang telah dilaksanakan oleh para ilmuwan dan teknisi militer.

Ia menilai pengembangan hulu ledak bom klaster dapat meningkatkan kemampuan serangan berkepadatan tinggi untuk melumpuhkan area target tertentu.

Hong Min, peneliti senior di Korea Institute for National Unification, mengatakan jangkauan rudal tersebut berpotensi menempatkan Seoul dalam jangkauan tembak.

Instalasi militer utama Amerika Serikat di Korea Selatan juga dinilai berada dalam ancaman serius dari sistem rudal baru ini.

“Sistem ini tampaknya dirancang untuk mengisi celah antara peluncur roket ganda dan rudal balistik jarak pendek,” ujar Hong Min.

Sementara itu, Yang Moo-jin, profesor di University of North Korean Studies di Seoul, menyoroti bahwa para komandan korps garis depan ikut menyaksikan uji coba.

“Ini menunjukkan sistem tersebut mendekati tahap operasional, dengan kemampuan diluncurkan langsung dari posisi depan terhadap Korea Selatan dan pangkalan AS,” katanya.

Amerika Serikat sendiri saat ini menempatkan sekitar 28.000 tentaranya di Korea Selatan sebagai bagian dari upaya pertahanan bersama.

Militer Korea Selatan menyatakan telah mendeteksi beberapa rudal balistik jarak pendek yang diluncurkan dari wilayah Sinpo di pantai timur Korea Utara.

Seoul menegaskan tetap mempertahankan postur pertahanan gabungan yang kuat bersama Amerika Serikat.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mendesak Pyongyang untuk segera menghentikan provokasi rudal berturut-turut yang meningkatkan ketegangan.

Seoul juga meminta Korea Utara agar secara aktif terlibat dalam upaya pemerintah Korea Selatan untuk membangun perdamaian.

Namun para analis menilai uji coba ini menunjukkan bahwa Korea Utara secara tegas menolak upaya Seoul memperbaiki hubungan bilateral.

Korea Utara berada di bawah berbagai sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang melarang pengembangan senjata nuklir.

Namun Pyongyang terus melanggar sanksi tersebut dengan berbagai uji coba rudal dan nuklir.

Awal April lalu, Kim Jong Un juga mengawasi uji coba rudal jelajah strategis yang diluncurkan dari kapal perang.

Uji coba tersebut termasuk dari kapal perusak Choe Hyon, salah satu dari dua kapal berbobot 5.000 ton yang dimiliki Korea Utara.

Pyongyang saat ini juga tengah membangun dua kapal perusak tambahan dengan kelas yang sama untuk memperkuat armada lautnya.

Seorang anggota parlemen Korea Selatan, mengutip citra satelit dari perusahaan intelijen AS, menyebut Korea Utara mempercepat modernisasi angkatan laut.

Modernisasi tersebut diduga kuat dengan dukungan bantuan militer dari Rusia sebagai imbalan atas dukungan Pyongyang dalam perang Ukraina.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung