Repelita [Jakarta] - Pemerintah Korea Utara melayangkan kecaman keras terhadap rencana latihan militer gabungan tiga negara yang dinilai sebagai bentuk ancaman serius terhadap kedaulatan wilayah.
Agenda latihan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat, Korea Selatan, serta Jepang tersebut dicap oleh Pyongyang sebagai tindakan spionase udara yang memicu instabilitas kawasan.
ADVERTISEMENT
Kritik tajam tersebut dilontarkan menyusul penegasan komitmen pihak Washington terkait isu denuklirisasi total serta sorotan terhadap persoalan domestik negara tertutup tersebut.
Pernyataan resmi pemerintah setempat mengenai agresivitas negeri Paman Sam diungkapkan melalui kutipan kalimat, Departemen Luar Negeri AS "secara terbuka menunjukkan niat bermusuhan yang sangat jahat dan keji untuk mencoreng citra negara kami serta menciptakan ketidakstabilan internal, dengan melontarkan tuduhan mengenai 'pelanggaran hak asasi manusia',".
Rangkaian latihan militer gabungan bertajuk Freedom Edge dijadwalkan berlangsung pada sepekan mendatang di perairan sekitar wilayah selatan semenanjung Korea.
Pihak kementerian luar negeri menegaskan bahwa kehadiran armada aliansi militer tersebut memperkeruh situasi keamanan global yang kian mengkhawatirkan.
Sikap tegas Pyongyang dalam mempertahankan eksistensi militer ditegaskan lewat kutipan kalimat, "Tidak ada gunanya mengharapkan adanya peredaan ketegangan di kawasan ini, mengingat situasi gawat di mana kebijakan bermusuhan AS yang terus-menerus terhadap" Korea Utara "berkembang ke arah yang lebih berbahaya,".
Kepemilikan persenjataan strategis ditegaskan sebagai instrumen mutlak guna menangkal segala bentuk intervensi asing yang berpotensi menggoyahkan stabilitas pertahanan nasional.
Landasan pertahanan negara tersebut dipertegas melalui kutipan kalimat, "Senjata nuklir kami berfungsi sebagai jaminan mutlak untuk mempertahankan kedaulatan negara,".
Aksi pengerahan kekuatan aliansi militer barat di kawasan regional terus dipantau secara ketat menyusul dinamika pergantian pejabat tinggi pertahanan di tubuh militer setempat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok