Repelita Teheran - Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026 telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar di berbagai wilayah Timur Tengah dengan skala kerugian manusia yang terus bertambah.
Di Iran, jumlah korban jiwa menjadi yang tertinggi meskipun data masih bervariasi, dengan kelompok HAM berbasis di AS Human Rights Activists News Agency (HRANA) memperkirakan sekitar 3.492 orang tewas termasuk 1.574 warga sipil dan sedikitnya 236 anak-anak.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyebut angka korban sekitar 1.900 orang dengan lebih dari 20.000 luka-luka, perbedaan yang mencerminkan sulitnya verifikasi data di tengah konflik aktif.
Di Lebanon, konflik berkembang menjadi front utama kedua dengan pihak berwenang melaporkan sekitar 1.268 orang tewas akibat serangan Israel sejak awal Maret termasuk sedikitnya 124 anak-anak.
Lebih dari 400 pejuang Hizbullah dilaporkan tewas, sementara korban juga menimpa personel internasional termasuk tiga pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia.
Di Irak, sedikitnya 105 orang dilaporkan tewas terdiri dari warga sipil, milisi, pejuang Kurdi, dan aparat keamanan akibat perluasan konflik.
Di kawasan Teluk, korban jiwa tercatat di Uni Emirat Arab sebanyak 10 orang tewas, Kuwait 7 orang termasuk aparat, Bahrain 2 orang, Oman 3 orang termasuk insiden kapal tanker, dan Arab Saudi 2 warga sipil.
Di Israel, serangan rudal dari Iran dan Lebanon menewaskan 19 warga sipil, sementara militer Israel melaporkan 10 tentaranya tewas dalam operasi di Lebanon selatan.
Di wilayah Tepi Barat, empat perempuan Palestina dilaporkan tewas akibat serangan rudal, sementara di Suriah empat orang tewas setelah rudal menghantam sebuah bangunan di Sweida pada hari pertama konflik.
Korban juga mencakup personel internasional termasuk seorang tentara Prancis yang tewas di Irak utara akibat serangan drone.
Data korban jiwa yang beredar hingga saat ini belum sepenuhnya terverifikasi dan berpotensi berubah, namun satu hal yang jelas bahwa konflik ini telah meluas melampaui satu wilayah dan menimbulkan dampak kemanusiaan lintas negara.
Dengan pertempuran yang masih berlangsung, jumlah korban diperkirakan akan terus meningkat menjadikan krisis ini sebagai salah satu konflik paling kompleks dan mematikan di kawasan dalam beberapa tahun terakhir.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok