Berita, Nasional

Kopdes Merah Putih Jadi Distributor Tunggal Barang Subsidi, Tiap Desa Berpotensi Raup Untung Rp 597 Juta per Tahun

Repelita.id

18 July 2026 17:02 WIB

Kopdes Merah Putih Jadi Distributor Tunggal Barang Subsidi, Tiap Desa Berpotensi Raup Untung Rp 597 Juta per Tahun
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Koperasi Desa Merah Putih resmi ditunjuk sebagai garda terdepan dalam menyalurkan berbagai kebutuhan komoditas bersubsidi di tanah air.

Langkah strategis tersebut diambil menyusul arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi mendongkrak perekonomian masyarakat pedesaan.

ADVERTISEMENT

Kebijakan baru ini diproyeksikan mampu mendatangkan keuntungan finansial yang besar bagi kas tiap kementerian dan kelembagaan ekonomi desa.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri agenda seminar nasional di TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7).

"Kita ini (Kopdes Merah Putih) benar-benar hadir untuk membebaskan masyarakat desa dari kemiskinan yang menjerat mereka selama ini," kata Joao di hadapan peserta.

Ia menegaskan adanya dukungan penuh dari kepala negara untuk mempercayakan jalur logistik barang penunjang hajat hidup orang banyak kepada badan usaha desa ini.

"Dan hari ini, kita juga akan sampaikan ke publik; tadi malam Koperasi Desa Merah Putih mendapatkan hadiah yang luar biasa dari Bapak Presiden, bahwa mulai sekarang seluruh barang subsidi akan didistribusi lewat Koperasi Desa Merah Putih," ujarnya.

Pihaknya mencatat bahwa dengan optimalisasi program ini, unit usaha di tiap daerah berpeluang mengantongi pendapatan bersih tahunan bernilai ratusan juta rupiah.

"Itu (keuntungan Rp 597 juta) hanya dengan mendistribusi barang subsidi," jelasnya menerangkan kalkulasi finansial program.

Awalnya, jajaran manajemen sempat ragu pemerintah akan melimpahkan porsi alokasi pengelolaan barang bantuan negara ini secara menyeluruh.

Namun, keputusan akhir dari pihak eksekutif di luar dugaan dengan memberikan hak pengelolaan secara penuh bagi jaringan koperasi tersebut.

"Kami tadinya agak pesimis, kami sempat bikin hitungan seandainya kita disetujui 30 persen atau mungkin 50 persen atau 100 persen (kuota nasional barang subsidi). Ternyata Bapak Presiden menyetujui 100 persen barang subsidi disuplai ke setiap desa," urainya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung