Repelita [Jakarta] - Laman siber resmi milik institusi pendidikan tinggi baru mendadak menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan warganet.
Situs daring tersebut diduga kuat dirancang menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan versi lawas oleh perancangnya.
ADVERTISEMENT
Kritik pedas itu diungkapkan secara langsung oleh seorang praktisi teknologi melalui akun media sosial X miliknya.
“Bangsaaat website URI dibikin vibe coding pake GPT-3.5,” tulis sang pengamat.
Besaran dana yang dihabiskan untuk menggarap platform internet tersebut turut dipertanyakan publik karena diduga menelan biaya fantastis.
“Coba tebak anggaran website ini berapa milyar,” ucapnya menyindir.
Bahkan, mutu tampilan visual situs itu dinilai kalah jauh apabila disandingkan dengan laman web sekolah tingkat taman kanak-kanak.
“Doksli uri.ac.id. Silahkan kalian nilai sendiri. Ini mah kalah bagus sama website TK anak gue,” ujarnya.
Tak lama berselang usai menuai menuai sorotan tajam, portal internet perguruan tinggi itu langsung lumpuh total akibat lonjakan kunjungan.
“BREAKING: Setelah website tumbang karena tidak mampu handle traffic,” ungkapnya dalam cuitan berbeda.
Kelakar bernada satir turut dilontarkan mengenai kesiapan infrastruktur server instansi pemerintah yang kerap mengalami kendala serupa.
“Pemerintah memutuskan membentuk perusahaan hosting baru bernama Hosting Republik Indonesia (HRI). Servernya akan ditenagai teknologi AI (Aparat Indonesia),” imbuhnya.
Rencana operasional sistem maya tersebut dikabarkan masih memerlukan tahapan kajian mendalam serta pembentukan tim khusus.
“Ditargetkan mulai beroperasi setelah studi banding dan pembentukan satgas,” pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok