Repelita Washington - Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat menyoroti isu keamanan dalam program-program sensitif pemerintah setelah muncul laporan mengenai kematian dan hilangnya sejumlah ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir.
Anggota DPR dari Partai Republik, James Comer dan Eric Burlison, melalui Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR, secara resmi meminta klarifikasi kepada sejumlah lembaga federal terkait.
ADVERTISEMENT
Permintaan tersebut ditujukan kepada Departemen Energi, Departemen Pertahanan (Pentagon), Biro Investigasi Federal (FBI), serta Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) .
Dalam dokumen resmi komite, para anggota Kongres menyatakan tengah menyelidiki laporan publik yang belum terkonfirmasi terkait kematian dan hilangnya individu yang memiliki akses terhadap informasi ilmiah sensitif.
“Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR sedang menyelidiki laporan publik yang belum terkonfirmasi baru-baru ini tentang hilangnya dan kematian individu yang memiliki akses ke informasi ilmiah sensitif. Kami meminta penjelasan tentang informasi apa pun,” demikian bunyi pernyataan dalam dokumen tersebut .
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi risiko keamanan terhadap personel yang bekerja dalam proyek-proyek strategis pemerintah.
Para anggota Kongres menilai bahwa insiden tersebut, jika terbukti memiliki keterkaitan, dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional Amerika Serikat .
Selain itu, mereka juga menyoroti aspek perlindungan terhadap para ilmuwan dan tenaga ahli yang bekerja dengan data dan teknologi berklasifikasi tinggi.
Komite meminta penjelasan rinci mengenai protokol keamanan yang diterapkan untuk melindungi individu-individu tersebut, baik dalam lingkungan kerja maupun di luar tugas resmi.
Dalam surat tersebut, lembaga-lembaga terkait diminta memberikan informasi mengenai langkah-langkah mitigasi risiko serta sistem pengawasan yang telah dijalankan .
Menurut laporan media yang menjadi perhatian Kongres, setidaknya 11 individu dilaporkan meninggal dunia atau hilang sejak tahun 2022 .
Sebagian besar dari mereka disebut memiliki keterlibatan dalam bidang-bidang strategis seperti fisika nuklir dan penelitian antariksa .
Beberapa korban diketahui bekerja di Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA serta Laboratorium Nasional Los Alamos yang terkenal dengan program senjata nuklirnya .
Salah satu kasus yang mencuat adalah kematian Michael David Hicks, ilmuwan NASA JPL yang meninggal pada 2023, serta Monica Reza yang hilang saat mendaki di California pada Juni 2025 .
Pada Februari 2026, pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara William Neil McCasland dilaporkan hilang dari rumahnya di Albuquerque, New Mexico .
Ia dilaporkan meninggalkan rumah dengan membawa pistol dan tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini .
Kasus lainnya termasuk ilmuwan MIT yang meneliti fusi nuklir, seorang peneliti farmasi, serta kontraktor pemerintah yang bekerja di fasilitas produksi komponen senjata nuklir .
Menanggapi spekulasi publik mengenai kemungkinan keterlibatan negara lain seperti Rusia atau China, Eric Burlison meminta agar proses investigasi tidak diarahkan oleh prasangka.
Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah membiarkan tim penyelidik bekerja secara independen hingga diperoleh kesimpulan yang berbasis bukti .
“Kita harus keluar dari semua prasangka yang ada dan fokus kepada investigasi yang sedang berlangsung. Biarkan tim bekerja dulu, nanti akan diketahui seperti apa hasilnya,” ujar Burlison.
Sementara itu, James Comer menegaskan bahwa Kongres serius menindaklanjuti laporan tersebut dengan meminta data lintas lembaga.
“Kami telah meminta seluruh agensi, Departemen Energi, NASA, Departemen Pertahanan, untuk membagi informasi kepada kami terkait kematian misterius para ilmuwan,” kata Comer .
Ia menambahkan, langkah tersebut penting untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antarperistiwa yang terjadi dalam rentang waktu tersebut.
“Ini sungguh tidak biasa… sungguh tidak wajar… Kami di Kongres sangat konsen terhadap hal ini,” tegasnya .
Pernyataan tersebut mencerminkan tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi di kalangan legislatif terhadap potensi risiko yang belum teridentifikasi.
Presiden AS Donald Trump juga telah menyatakan keprihatinannya atas kasus-kasus ini dan mendorong penyelidikan lebih lanjut.
“Saya harap ini hanya kebetulan, tapi kita akan tahu dalam satu atau dua minggu ke depan. Ini masalah yang cukup serius,” ujar Trump kepada wartawan .
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, memastikan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait dan tidak akan melewatkan satu pun petunjuk .
Langkah Kongres ini mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap keamanan sumber daya manusia dalam sektor teknologi dan sains yang sensitif .
Dalam beberapa tahun terakhir, kompetisi global dalam bidang teknologi strategis memang semakin intensif, termasuk dalam sektor nuklir dan antariksa.
Kondisi ini membuat perlindungan terhadap ilmuwan dan peneliti menjadi bagian penting dari kebijakan keamanan nasional.
Sejumlah analis menilai bahwa tekanan geopolitik dapat meningkatkan risiko terhadap individu yang memiliki akses ke informasi penting.
Meski demikian, mereka juga mengingatkan agar tidak menarik kesimpulan prematur tanpa bukti yang kuat dan terverifikasi.
Pemerintah AS sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya hubungan langsung antara insiden-insiden tersebut dengan ancaman keamanan tertentu .
Proses pengumpulan informasi dan evaluasi oleh Komite Pengawasan DPR diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan ini akan menjadi perhatian, terutama dalam menentukan apakah terdapat pola tertentu di balik insiden yang dilaporkan.
Dengan meningkatnya kompleksitas ancaman global, keamanan ilmuwan dan peneliti menjadi semakin krusial dalam menjaga stabilitas dan kepentingan nasional .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok