Berita, Timur Tengah

Kondisi Mojtaba Khamenei Pasca Serangan AS–Israel, Luka Parah dan Amputasi Bikin Tak Pernah Muncul ke Publik

Repelita.id

24 April 2026 22:08 WIB

Kondisi Mojtaba Khamenei  Pasca Serangan AS–Israel, Luka Parah dan Amputasi Bikin Tak Pernah Muncul ke Publik
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan sangat memprihatinkan pasca serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu .

Pria yang menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, itu dilaporkan menderita luka bakar parah di wajah dan bibir sehingga menyulitkannya untuk berbicara .

ADVERTISEMENT

Akibat luka bakar tersebut, ia dikabarkan tengah menunggu jadwal operasi plastik untuk merekonstruksi bagian wajah yang rusak .

Selain wajah, salah satu kakinya juga mengalami luka serius hingga harus diamputasi .

Kaki buntung tersebut telah menjalani tiga kali operasi dan kini sedang dalam proses menunggu pemasangan kaki prostetik (palsu) .

Mojtaba juga disebutkan menjalani operasi pada salah satu tangannya yang secara perlahan mulai memulihkan fungsinya melalui terapi intensif .

Sejak peristiwa pengeboman pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayahnya, Mojtaba tidak pernah terlihat di publik dan hanya berkomunikasi melalui pernyataan tertulis .

Keputusan untuk bersembunyi ini diambil karena ia tidak ingin terlihat lemah atau cacat di mata publik pada penampilan pertamanya sebagai Pemimpin Tertinggi .

Meskipun fisiknya hancur, para pejabat yang dirahasiakan namanya menyebut bahwa mental Mojtaba tetap tajam dan ia masih terlibat dalam pengambilan keputusan strategis .

Akses untuk bertemu dengannya saat ini sangat terbatas karena alasan keamanan; komunikasi hanya dilakukan melalui kurir fisik yang membawa pesan tulisan tangan dalam amplop tersegel .

Para jenderal Garda Revolusi Islam (IRGC) bahkan disebut-sebut menghindari kunjungan langsung karena khawatir pergerakan mereka dilacak oleh intelijen musuh .

Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang berlatar belakang dokter bedah jantung, dikabarkan turut terlibat langsung dalam perawatan medis Mojtaba bersama Menteri Kesehatan .

Di tengah kondisi kepemimpinan yang lumpuh ini, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran saat ini sedang berada dalam kekacauan internal dan kesulitan menentukan arah kepemimpinan .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung