Berita, Nasional

Komisaris dituding tak kompeten, ini respons kepala Bakom Qodari

Repelita.id

04 July 2026 22:44 WIB

Komisaris dituding tak kompeten, ini respons kepala Bakom Qodari
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, buka suara menanggapi kritik tajam masyarakat terkait penunjukan komisaris BUMN yang dianggap kurang kompeten dan sarat kepentingan politik. Ia membela kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa jabatan komisaris pada dasarnya berfungsi sebagai pengawas yang mewakili kepentingan pemegang saham, yaitu negara.

Nah, karena (pemilik saham) adalah negara maka didelegasikan lah kepada komisaris (untuk pengawasannya), ujar Qodari di Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026. Polemik ini mencuat setelah sejumlah orang dekat pemerintahan Prabowo Subianto, seperti Mufli Ananda dan Ginka Febriyanti, menduduki posisi strategis di perusahaan pelat merah.

ADVERTISEMENT

Qodari mengklaim bahwa individu yang ditunjuk memiliki keunggulan tersendiri karena membawa perspektif baru dari latar belakang profesional yang berbeda-beda. “Karena kami datang dari latar belakang yang berbeda. Sehingga ada persepsi baru yang bisa dibawa ke dalam perusahaan di mana kita ditempatkan jadi komisaris,” tuturnya.

Terkait standar kompetensi yang diragukan masyarakat, ia menegaskan bahwa kualifikasi utama bagi seorang komisaris cukup sederhana. “Pertama, komisaris pasti memiliki akal sehat dan kedua, niat baik,” ungkap Qodari.

Ia juga menekankan bahwa tugas utama posisi tersebut berkaitan erat dengan pengawasan visi, misi, dan kinerja keuangan perusahaan. “Seperti saya misalnya pernah jadi komisaris, saya mengawasi apakah proses yang berjalan dari aspek program, visi, misi dan keuangan berjalan baik atau tidak. Jadi, peran komisaris itu penting,” paparnya.

Di sisi lain, pihak pengelola BUMN melalui Danantara memilih untuk tidak memberikan tanggapan terkait kontroversi penunjukan tersebut. COO Danantara, Dony Oskaria, lebih mengutamakan efisiensi program melalui rencana peningkatan jumlah perusahaan BUMN secara signifikan.

Langkah konsolidasi perusahaan negara tersebut ditargetkan dapat menekan pengeluaran hingga mencapai angka puluhan triliun rupiah. “Jadi kurang lebih Rp50 triliun yang akan kita lakukan,” kata Dony. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung