Berita, Timur Tengah

Komandan Iran Ancam Cekik AS di Selat Hormuz hingga Kehabisan Sekutu dan Terpaksa Merangkak Minta Bantuan China

Repelita.id

01 April 2026 20:18 WIB

Komandan Iran Ancam Cekik AS di Selat Hormuz hingga Kehabisan Sekutu dan Terpaksa Merangkak Minta Bantuan China
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Komandan Pusat Penelitian Angkatan Darat Iran Ahmad-Reza Purdestan menyatakan dengan tegas bahwa negaranya akan mencekik Amerika Serikat di Selat Hormuz hingga Washington kehabisan sekutu dan terpaksa merangkak meminta bantuan kepada musuh bebuyutannya yaitu China.

“Kita akan mencekik Amerika Serikat di Selat Hormuz sedemikian rupa sehingga mereka bahkan akan meminta bantuan dari musuh mereka — China,” ujar Purdestan dalam pernyataan yang disiarkan media lokal Iran pada Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara AS dan sekutu-sekutu di Eropa yang mulai membangkang dengan menolak menjadi jalur logistik perang serta menutup wilayah udara bagi pesawat militer AS.

Prancis menjadi yang paling vokal dengan secara resmi menolak mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk mengangkut senjata Amerika ke Israel.

“Kami menolak mengizinkan wilayah udara kami digunakan untuk mengangkut senjata Amerika ke Israel,” demikian pernyataan resmi dari otoritas Prancis, seperti dikutip dari The Middle East pada Rabu (1/4/2026).

Italia juga menunjukkan sikap tegas dengan Kementerian Pertahanan Italia menolak permintaan darurat AS untuk mendaratkan pesawat militer mereka di pangkalan Sigonella, Sisilia.

Spanyol bahkan menyebut langkah AS dan Israel itu sebagai tindakan yang sangat ilegal dengan Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menyatakan negaranya tidak akan mengizinkan penggunaan pangkalan militer maupun wilayah udara untuk aktivitas apa pun yang terkait dengan operasi militer gabungan AS dan Israel di Iran.

Gelombang penolakan ini membuat Presiden AS Donald Trump naik pitam dengan unggahan di Truth Social yang menyuarakan kekesalan dengan nada sarkastis.

“Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri kalian sendiri, AS tidak akan berada di sana untuk membantu kalian lagi, sama seperti kalian tidak berada di sana untuk kami,” kata Trump mengkritik negara-negara yang menolak terlibat dalam penghancuran Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menegaskan bahwa Selat Hormuz saat ini ditutup bagi kapal serta armada milik pihak yang disebut Iran sebagai agresor dan pendukungnya.

Pezeshkian juga memperingatkan bahwa setiap bentuk intervensi asing dengan alasan apa pun dalam perang dan kondisi regional saat ini akan membawa konsekuensi berbahaya.

Analis melihat bahwa ancaman Iran untuk mencekik AS di Selat Hormuz justru bisa menjadi peluang bagi China untuk tampil sebagai penengah jika Washington benar-benar kehabisan sekutu dan membutuhkan bantuan untuk membuka jalur pelayaran.

Konflik AS-Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ini telah memicu pergeseran aliansi yang selama ini dianggap kokoh di antara negara-negara Barat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung