Repelita [Jakarta] - Pimpinan Organisasi Relawan Jokowi for Prabowo-Gibran mengimbau publik untuk tidak langsung mengambil simpulan hanya berdasar cuplikan tayangan singkat yang beredar di ruang digital.
Klarifikasi tersebut disampaikan guna menyikapi rekaman suasana forum silaturahmi tokoh politik bersama Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum ReJO HM Darmizal memberikan penjelasan resmi mengenai dinamika pembicaraan yang berlangsung dalam agenda pertemuan kebangsaan tersebut.
"Yang perlu diluruskan, apa yang disampaikan Budi Arie merupakan pandangan spontan dalam forum, bukan percakapan antara Budi Arie dengan Pak Jokowi. Karena itu, potongan video yang beredar sebaiknya tidak ditafsitkan di luar konteks keseluruhan pertemuan,” ujar Darmizal dalam keterangannya, Senin 24 Agustus 2026.
Lebih jauh dijelaskan bahwa ajang diskusi tersebut memberikan ruang kebebasan bagi para peserta untuk mengekspresikan pemikiran serta aspirasi kebangsaan.
Joko Widodo disebut memilih mengambil sikap menyimak secara menyeluruh tanpa menyela gagasan yang dilontarkan oleh jajaran relawan.
"Pak Jokowi mendengarkan dengan baik seluruh pandangan yang disampaikan para relawan. Beliau memberikan ruang kepada setiap peserta untuk menyampaikan pikiran dan aspirasinya secara utuh,” katanya.
Pertemuan tersebut ditegaskan murni wadah silaturahmi serta penguatan komunikasi antar-elemen bangsa tanpa ada niat mengambil keputusan politik tertentu.
Pada penghujung dialog, Joko Widodo menyampaikan pesan mendalam agar seluruh jaringan pendukung tetap kompak serta aktif memisahkan narasi positif pembangunan.
“Pesan Pak Jokowi sangat jelas: relawan harus tetap solid dan terus mengawal Asta Cita Presiden Prabowo. Selain mendukung, relawan juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menyosialisasikan berbagai kinerja positif pemerintah kepada masyarakat,” ujar Darmizal.
Gambaran kondisi umum perekonomian serta keamanan nasional juga disebut berada pada taraf aman dan terjaga dengan baik.
“Karena itu, selain memberikan dukungan, relawan perlu mengambil peran dalam menyampaikan dan menyosialisasikan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo kepada masyarakat secara objektif. Hal-hal baik yang telah dicapai pemerintah perlu diketahui publik,” kata Darmizal.
Hubungan koordinasi serta komunikasi antara Joko Widodo dan pihak Istana dipastikan tetap berjalan lancar dan harmonis.
"Kami meyakini komunikasi Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo tetap baik dan erat. Semangatnya adalah memperkuat komunikasi kebangsaan dan memastikan pembangunan terus berjalan, bukan mempertentangkan satu tokoh dengan tokoh lainnya,” tegasnya.
Publik beserta media massa diingatkan agar lebih cermat menyaring konten potongan video yang disebarkan tanpa konteks utuh.
"Jangan menilai sebuah peristiwa hanya dari potongan video. Lihat konteksnya secara utuh, pahami prosesnya, dan jangan membangun kesimpulan hanya dari potongan informasi,” ujarnya.
Seluruh jajaran relawan diajak untuk terus menjaga iklim stabilitas nasional serta mengawal realisasi program kerja prioritas pemerintah.
“Intinya adalah silaturahmi, komunikasi, soliditas dan kontribusi nyata. Relawan bukan hanya hadir untuk mendukung, tetapi juga ikut menjaga suasana kebangsaan yang kondusif dan menyampaikan kepada masyarakat berbagai capaian positif pemerintahan Presiden Prabowo,” pungkas Darmizal.
Kegaduhan ini bermula dari cuplikan pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi saat menyampaikan prediksi situasi politik nasional di samping Joko Widodo.
"Saya ngomong ke Pak Jokowi tadi, ‘Pak, insting saya ini kayaknya enggak sampai 2029’,” ujar Budi Arie dalam rekaman video.
Joko Widodo yang berada di lokasi tampak memilih tenang dan tidak memotong lontaran ungkapan Budi Arie terkait gambaran patahan sejarah politik tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok