Berita, Timur Tengah

Ketua Parlemen Iran Jadi Penasihat Keuangan Dadakan, Beri Tips Trading di Tengah Perang dan Peringatkan Investor Soal Obligasi AS Berlumuran Darah Rakyat Iran

Repelita.id

02 April 2026 17:08 WIB

Ketua Parlemen Iran Jadi Penasihat Keuangan Dadakan, Beri Tips Trading di Tengah Perang dan Peringatkan Investor Soal Obligasi AS Berlumuran Darah Rakyat Iran
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengambil peran yang sangat tidak biasa di tengah tensi militer dengan Amerika Serikat dengan memosisikan dirinya sebagai penasihat keuangan dadakan melalui serangkaian unggahan di platform X pada Rabu (1/4/2026).

“Perhatian: Apa yang disebut 'berita' atau 'kebenaran' sebelum pasar dibuka seringkali hanyalah jebakan untuk aksi ambil untung. Pada dasarnya, itu adalah indikator terbalik,” tulis Ghalibaf.

ADVERTISEMENT

Ia bahkan memberikan anjuran perdagangan yang sangat spesifik dengan mengatakan “Lakukan sebaliknya: Jika mereka menaikkan harganya, Short Selling. Jika mereka menurunkannya, Long Buying,” serta menutup narasinya dengan kalimat provokatif “Apakah Anda melihat sesuatu besok? Anda tahu aturannya..”

Para analis menilai bahwa manuver digital Ghalibaf ini bukan sekadar perang urat syaraf biasa di dunia maya melainkan kalkulasi strategis yang mencerminkan doktrin perang asimetris (asymmetric warfare) yang dianut Teheran.

Melalui perang asimetris ini, Iran berusaha membuktikan kapasitasnya untuk mengguncang pasar domestik AS dengan mengeksploitasi titik-titik tekan ekonomi yang sensitif.

Pendekatan inilah yang melandasi keputusan Iran sebelumnya untuk menutup Selat Hormuz, jalur perairan vital yang dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.

Sebagai bagian dari strategi penekanan tersebut, Ghalibaf juga melayangkan ancaman terbuka kepada institusi finansial global yang terlibat dalam pendanaan aset militer AS di Timur Tengah dengan pernyataan “Obligasi pemerintah AS berlumuran darah rakyat Iran,” serta ultimatum “Kami memantau portofolio Anda. Ini adalah pemberitahuan terakhir Anda.”

Jo Michell, profesor ekonomi dari University of the West of England di Bristol, menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa secara umum diyakini jatuhnya pasar saham, kenaikan harga energi, dan suku bunga yang lebih tinggi pada akhirnya akan memaksa Presiden Donald Trump untuk mundur dari aksi militer dan mencari solusi diplomatik.

Sikap Ghalibaf ini secara cerdas memanfaatkan kebiasaan Trump yang sangat reaktif di media sosial, di mana para pengamat pasar bahkan telah mengidentifikasi pola perilaku Trump yang melahirkan akronim TACO atau “Trump always chickens out” yang populer di kalangan trader.

Profesor Michell mencatat pola inkonsistensi komunikasi Trump bahwa presiden AS membuat beberapa pernyataan paling agresifnya di akhir pekan ketika pasar tutup, hanya untuk kemudian menarik kembali pernyataannya menjelang pembukaan pasar.

Contoh nyata dari pola ini terjadi ketika Trump memperpanjang tenggat waktu 48 jam untuk pembukaan Selat Hormuz menjadi lima hari dan kemudian berjanji menahan serangan selama 10 hari tambahan demi ruang dialog konstruktif.

Ghalibaf dengan nada sarkastik mengejek upaya manipulasi psikologis AS terhadap harga minyak dengan menulis “Kami menyadari apa yang terjadi di pasar minyak kertas, termasuk perusahaan-perusahaan yang disewa untuk memengaruhi harga minyak berjangka. Kami juga melihat kampanye propaganda yang lebih luas.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung